kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.796.000   -3.000   -0,11%
  • USD/IDR 17.358   4,00   0,02%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Sebagian besar korban tewas susah dikenali


Jumat, 05 November 2010 / 09:40 WIB
ILUSTRASI.


Reporter: Edy Can | Editor: Edy Can

JAKARTA. Sebanyak 48 korban tewas akibat meletusnya Gunung Merapi dan keluarnya awan panas pada dini hari tadi. Kebanyakan dari korban sangat susah untuk dikenali lantaran mengalami luka bakar serius.

"Korban sulit dikenali, karena mengalami luka bakar cukup serius," ujar Humas Rumah Sakit DR. Sardjito Yogyakarta, Heru kepada Tribunnews.com, Jumat(5/11).

RSU dr. Sardjito juga menampung 68 orang yang luka bakar. Sebagian besar para korban mengalami luka bakar yang parah.
"Korban dirawat sebagian besar luka bakar 40%, hampir sekujur tubuh," jelasnya.

Seperti diketahui, Merapi kembali meletus dini hari tadi. Letusan disertai awan panas ini membuat banyak warga panik dan tidak siap menyelamatkan diri. (Willy Widianto/Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×