Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID – MADINAH. Kurma Ajwa yang banyak diburu jemaah Indonesia ternyata menempuh perjalanan panjang sebelum sampai ke tangan konsumen. Dari kebun-kebun di Madinah, buah tersebut dipanen, diolah, lalu dikirim ke berbagai penjuru dunia.
Salah satu produsen Ajwa di Madinah, Castle Farms, bahkan mengekspor lebih dari 500 ton kurma Ajwa setiap tahun ke sekitar 25 negara, dengan Indonesia menjadi salah satu pasar terbesarnya.
Strategic Director Castle Farms, Dr. Abdulmoizz Shakeel, mengatakan perusahaan yang telah memiliki pengalaman bertani selama tiga generasi itu kini menjadi salah satu produsen Ajwa terbesar di wilayah Madinah. Selain Ajwa, perusahaan juga memasarkan berbagai jenis kurma lain seperti Sukkari, Majdool, Anbara, dan Sugai.
“Castle Farms adalah salah satu produsen Ajwa terbesar di wilayah Madinah. Dan alhamdulillah, kami mengekspor ke sekitar 25 negara,” ujar Abdulmoizz, Jumat (12/6/2026).
Baca Juga: Kemenhaj Dorong Kurma Lokal Masuk Ekosistem Haji
Menurut dia, pengalaman panjang yang dimiliki keluarga petani selama tiga generasi menjadi modal utama dalam menghasilkan kurma berkualitas tinggi. Pengalaman tersebut terus digunakan dalam membudidayakan Ajwa dan berbagai varietas kurma lainnya yang dipasarkan ke pasar internasional.
Abdulmoizz menjelaskan, perusahaan mengekspor lebih dari 500 ton kurma Ajwa setiap tahun. Angka tersebut belum termasuk berbagai jenis kurma lain yang juga dipasarkan ke luar negeri.
Indonesia menjadi salah satu pasar terbesar bagi produk Castle Farms. Selain Indonesia, perusahaan juga mengirimkan kurma ke berbagai negara di Asia, Afrika, hingga Amerika Utara.
“Salah satu pasar terbesar yang kami miliki adalah Indonesia, alhamdulillah,” ujar Abdulmoizz.
Baca Juga: Menengok Pabrik Mawar Legendaris Taif yang Bertahan Lebih dari Satu Abad
Ia menambahkan, ekspor perusahaan menjangkau Kanada, Amerika Serikat, sejumlah negara di Afrika, serta berbagai negara di kawasan Asia. Untuk menjaga kualitas produk, Castle Farms mengelola seluruh rantai produksi mulai dari kebun hingga fasilitas pengolahan.
Menurut Abdulmoizz, kurma yang dipanen dari kebun akan dibawa ke fasilitas pengolahan untuk dibersihkan, dipoles, disortir, hingga dikemas sebelum dikirim ke negara tujuan. Perusahaan juga memanfaatkan teknologi modern untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Meski telah memasarkan produknya ke berbagai negara, Abdulmoizz menegaskan bahwa kualitas tetap menjadi prioritas utama perusahaan. Ia menyebut kurma yang dihasilkan merupakan amanah yang harus dijaga kualitasnya sebelum sampai ke tangan konsumen.
“Kami sangat memperhatikan agar produk kami berkualitas tinggi. Ini adalah amanah bagi kami untuk membuat dan menyediakan produk terbaik,” tuturnya.
Baca Juga: Castle Farms di Madinah Andalkan AI untuk Jaga Kualitas Kurma Ajwa Ekspor
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













