kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.028   43,00   0,24%
  • IDX 5.922   -64,20   -1,07%
  • KOMPAS100 772   -9,72   -1,24%
  • LQ45 589   -6,07   -1,02%
  • ISSI 204   -1,98   -0,96%
  • IDX30 333   -3,30   -0,98%
  • IDXHIDIV20 413   -2,88   -0,69%
  • IDX80 88   -1,04   -1,18%
  • IDXV30 112   -0,94   -0,83%
  • IDXQ30 108   -0,71   -0,65%

@SBYudhoyono: Hubungan RI-Inggris terganggu


Selasa, 07 Mei 2013 / 07:32 WIB
ILUSTRASI. Kendaraan militer Rusia terlihat di wilayah Ghouta dekat Douma di Damaskus, Suriah, 23 April 2018.


Reporter: Noverius Laoli |

JAKARTA. Walau hanya lewat akun Twitter, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  menyatakan sikap atas berdirinya kantor resmi gerakan separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Oxford, Inggris. Menurut presiden, pendirian kantor tersebut akan menganggu hubungan antara pemerintah Indonesia dan Inggris.

"Pemerintah Inggris menyatakan tetap mendukung NKRI. Namun, kegiatan di Oxford itu akan mengganggu hubungannya (Inggris) dengan Indonesia. *SBY*," ujar SBY melalui akun twitter @SBYudhoyono, Senin malam (6/5).

SBY mengingatkan bahwa pemerintah Indonesia secara resmi telah menyatakan penolakan dan ketidaksenangan atas pembukaan kantor gerakan separatis OPM kepada Inggris. Walau pemerintah Inggris menegaskan tidak mendukung gerakan itu, namun membolehkan OPM mendirikan kantor telah merusak hubungan kedua negara.

Bukan pemerintah saja yang berang, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) juga mengecam Inggris atas pendirian kantor tersebut. Mereka melihat pendirian kantor OPM Ini melecehkan pemerintah Indonesia. Bila tidak segera diselesaikan, maka akan membawa implikasi buruk pada hubungan bilateral kedua negara.

Seperti diberitakan, Pemerintah Inggris secara resmi telah membuka kantor perwakilan OPM di Oxford. Pembukaan kantor OPM ini bertujuan memenuhi tuntutan kampanye Papua Merdeka. Inggris berkomitmen untuk terus membantu gerakan OPM ini.

Sikap pemerintah Oxford di Inggris tersebut dinilai mencederai hubungan Inggris yang selama ini terjalin baik dengan Indonesia. Pemerintah Inggris memang masih mengakui Papua dalam wilayah NKRI. Namun, pembukaan kantor OPM di Oxford menunjukkan sikap dualisme Inggris.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×