kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

SBY sindir langkah tim transisi Jokowi-JK


Jumat, 05 September 2014 / 15:31 WIB
ILUSTRASI. Pekerja membersihkan menara BCA di Jakarta, Selasa (12/3/2019). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memimpin sidang kabinet paripurna, membahas proses masa transisi. Dalam kesempatan ini, SBY menegaskan dalam masa transisi tidak ada istilah pemerintahan bersama.

Menurutnya, proses transisi harus diartikan sebagai masa persiapan pemerintahan terpilih, sebelum benar-benar dilantik pada tanggal 20 Oktober 2014. "Sebelum itu, semua hal yang berkaitan dengan pemerintahan tanggung jawab saya," ujar SBY, Jumat (5/9).

Menurutnya, hal tersebut perlu dipertegas agar proses transisi berjalan sesuai kaidahnya. Sebab, dalam beberapa kesempatan ada beberapa pejabatnya, baik itu menteri maupun pejabat lainnya diundang tim transisi presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi).

Tim transisi tersebut meminta menteri terkait untuk membahas kebijakan pemerintahan saat ini. "Karena kalau membahas, membahas sesuatu yang masih menjadi tanggungjawab pemerintahan saya, kurang tepat," ujar SBY.

Namun, jika proses transisi ini dimaknai sebagai waktu untuk mempersiapkan diri bagi pemerintah terpilih, SBY bersedia membantunya. Untuk itu Ia menunjuk setiap menteri koordinator, membantu proses tersebut dan menjembatani komunikasi antara tim transisi dan kementerian terkait.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×