kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

BGN Bantah Anggaran Program MBG Kurangi Pagu Program Kesehatan dan Pendidikan


Minggu, 01 Maret 2026 / 14:06 WIB
Diperbarui Minggu, 01 Maret 2026 / 14:53 WIB
BGN Bantah Anggaran Program MBG Kurangi Pagu Program Kesehatan dan Pendidikan


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Gizi Nasional membantah program Makan Bergizi Gratis (MBG) mengurangi porsi anggaran program kesehatan dan pendidikan. 

Kepala BGN, Dadan Hindayana menjelaskan bahwa untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, alokasi anggaran masuk dalam rincian output fungsi kesehatan. 

Untuk tahun 2026, terdapat anggaran sebesar Rp 24 triliun yang dicatat dalam fungsi kesehatan oleh BGN. Namun demikian, ia memastikan anggaran tersebut tidak mengganggu pagu anggaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Ini terbukti juga dari anggaran Kementerian Kesehatan dari tahun ke tahun naik, meskipun ada Rp 24 triliun untuk tahun 2026 ini fungsi kesehatan yang dilakukan oleh Badan Gizi Nasional," kata Dadan dalam keterangan resminya, Minggu (1/3/2026). 

Baca Juga: Eskalasi AS-Israel ke Iran Mengancam, Begini Efeknya ke Indonesia

Sama halnya dengan alokasi untuk pendidikan, BGN memastikan tidak mengurangi jatah anggaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) maupun Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Dadan menyebut bahwa pada kelompok anak sekolah termasuk santri dan sekolah keagamaan lainnya memang masuk ke dalam program fungsi pendidikan yang dilakukan BGN. 

Namun begitu, Dadan menegaskan bahwa anggaran fungsi pendidikan ini tetap berasal dari alokasi yang disiapkan oleh BGN. 

"Makanya ada anggaran Rp 223 triliun di pendidikan tapi tidak mengganggu anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah karena dari tahun ke tahun terus naik. Tidak mengganggu Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi karena dari tahun kemarin ke tahun ini juga naik," lanjut Dadan.

Selain itu, Dadan juga memastikan bahwa transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru tetap mengalami peningkatan, bahkan naik hampir 10% dibandingkan tahun sebelumnya. 

"Kemudian juga, tidak mengganggu transfer pusat ke daerah untuk tunjangan guru karena dari tahun kemarin ke tahun ini naik 10%," ucapnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×