kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

SBY pertimbangkan orang internal jadi kepala BKPM


Minggu, 02 Juni 2013 / 15:46 WIB
ILUSTRASI. Pesawat Boeing 777-300ER maskapai Garuda Indonesia di terminal kargo Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.


Reporter: Noverius Laoli |

JAKARTA. Teka-teki mengenai siap calon pengganti Chatib Basri menjadi Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) semakin mencuat dan mengerucut. Ada sejumlah orang yang saat ini sedang dipertimbangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Mereka berasal kalangan internal pemerintah seperti direktur utama Badan Usaha Milik Negara (BUMN), bekas duta besar, dan kaum profesional.

Nama-nama yang masih dirahasiakan itu saat ini terus ditimang-timang oleh SBY sebelum memutuskan siapa yang paling tepat. Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Perindustrian MS Hidayat di Bandara Halim Perdanakusuma, Minggu (2/6).

"Pokoknya kawan kita, ada BUMN, ada swasta, ada bekas duta besar, terus ada birokrat dari kementerian lagi ditimbang bapak (SBY) dalam waktu segera akan diumumkan," ujar Hidayat.

Hidayat enggan menyebutkan dari kalangan mana saja yang menjadi calon kuat kepala BKPM tersebut. Namun selama ini, nama Direktur Utama PT Pertamina Persero Karen Agustiawan disebut-sebut calon kuat yang akan menduduki kursi tersebut. Apalagi Karen memenuhi kriteria sebagaimana disebutkan Menperin dirut BUMN.

Seperti diketahui kursi kepala BKPM sampai saat ini masih dirangkap oleh Chatib Basri yang sudah diangkat menjadi Menteri Keuangan pada Mei 2013 lalu. Namun kedudukan tersebut akan segera diisi demi efektivitas pekerjaan sehingga Chatib bisa fokus mengurus keuangan negara.

Sementara calon kepala BKPM yang baru nanti bisa fokus meningkatkan investasi di Indonesia. Apalagi belakangan ini, Indonesia menjadi salah satu tujuan investor asing menanamkan modalnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×