kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

SBY: Ada dana BOS, pungutan sekolah tak perlu lagi


Selasa, 31 Juli 2012 / 16:55 WIB
SBY: Ada dana BOS, pungutan sekolah tak perlu lagi
ILUSTRASI. Karyawan melintas di dekat layar monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku masih menerima keluhan adanya pungutan dari berbagai sekolah baik swasta dan negeri. Menurutnya, pungutan yang membebankan orang tua tersebut seharusnya tidak perlu lagi karena sudah ada Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

SBY mengatakan, dana BOS sudah ditingkatkan dari tahun ke tahun. Pemerintah mencatat ada kenaikan angka penyaluran BOS untuk tingkat Sekolah Dasar (SD) dan sederajat dari Rp 397.000 menjadi Rp 580.000.

Kemudian SMP dan sederajat dari Rp 570.000 meningkat menjadi Rp 710.000. "Harapan kami kenaikan angka BOS ini betul-betul bisa menangani kekurangan pendidikan yang ada di daerah," katanya usai rapat terbatas di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Selasa (31/7).

SBY mengajak masyarakat mengawasi dan mengevaluasi penyaluran dana BOS. Menurutnya, evaluasi akan lebih mudah karena ditopang sarana teknologi informasi. "Ini bisa diakses oleh siapapun," katanya.

Selain soal pungutan, SBY mengatakan, masih ada empat masalah yang dihadapi pendidikan di Indonesia. Pertama, menyangkut ketersedian dan keterjangkauan sekolah dan pendidikan.

Kedua, soal mutu dan relevansi pendidikan. Ketiga, pelestraian dan pengembangan kebudayaan. Keempat, tata kelola yang baik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×