kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Satu tahun pandemi, Jokowi menyebut ada 10 juta pengangguran


Kamis, 04 Maret 2021 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (2/3). Jokowi mengatakan, hampir 10 juta pengangguran ini baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pandemi virus corona (Covid-19) telah berjalan satu tahun di Indonesia. Dampak pandemi yang terjadi secara global itu tidak hanya bagi kesehatan, tetapi juga memberi dampak pada ekonomi.

Tekanan ekonomi akibat pandemi disebut Presiden Joko Widodo menimbulkan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). "Sudah ada sekarang ini hampir 10 juta pengangguran di negara kita baik karena pandemi dan juga angkatan kerja baru," ujar Jokowi saat membuka rapat koordinasi nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) di Istana Negara, Kamis (4/3).

Mengatasi hal tersebut, Jokowi bilang perlu adanya dorongan investasi yang masuk ke Indonesia. Sehingga nantinya dapat menciptakan lapangan pekerjaan.

Investasi juga dapat menjadi penopang bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Jokowi menegaskan bahwa tahun 2021 akan menjadi momentum kebangkitan bagi perekonomian Indonesia.

Baca Juga: Memaknai Kontraksi Ekonomi Indonesia

Tidak hanya investasi baru, industri yang telah ada pun harus menjadi perhatian dalam langkah pemulihan ekonomi. Jokowi meminta Kemendag memberikan perhatian terhadap hal tersebut. "Kita harus bekerja lebih detil sektor-sektor mana yang terganggu dan harus diapakan, apakah diberi insentif atau diberi stimulus," terang Jokowi.

Sebagai informasi pada tahun 2020 lalu pertumbuhan ekonomi Indonesia tercatat mengalami kontraksi 2,19%. Pada tahun 2021 ditargetkan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5%. "Akibat pendemi selama setahun ini kinerja perekonomian kita sangat terganggu," ujar Jokowi.

Meski begitu pada tahun 2020 Indonesia mencatatkan surplus neraca perdagangan. Total surplus neraca perdagangan Indonesia tahun 2020 sebesar US$ 21,7 miliar.

Selanjutnya: Sri Mulyani: Penerimaan pajak karyawan merosot karena banyak pengangguran

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×