Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu jasad korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan, Minggu (18/1).
Penemuan ini terjadi di tengah operasi evakuasi intensif setelah pesawat dengan registrasi PK-THT tersebut dilaporkan hilang kontak sejak Sabtu (17/1).
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa mengonfirmasi bahwa Pos Komando Crisis Center Basarnas menerima informasi penemuan jenazah tersebut pada pukul 11.59 WITA. Jasad yang ditemukan berjenis kelamin laki-laki dan langsung dievakuasi dari titik koordinat kecelakaan.
“Hingga pukul 11.59 WITA, telah ditemukan satu jasad berkelamin laki-laki dan langsung dilakukan proses evakuasi,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (19/1/2026).
Baca Juga: Industri Pengolahan: Ekonomi RI Membaik di Kuartal IV-2025, Sektor Ini Makin Melesat!
Sebelum penemuan jasad tersebut, Tim SAR Gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, dan Basarnas terlebih dahulu menemukan serpihan pesawat pada pagi hari melalui penyisiran udara. Pada pukul 07.46 WITA, tim mengidentifikasi serpihan jendela, yang disusul penemuan bagian badan dan ekor pesawat berukuran besar tiga menit kemudian di lokasi yang berjarak 26,49 kilometer dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Hingga saat ini, proses evakuasi masih terus berlangsung untuk mencari 9 orang lainnya yang berada di dalam pesawat (Persons on Board). Sebagai informasi, pesawat tersebut mengangkut total 10 orang, terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang.
Lukman menekankan, seluruh awak pesawat dalam kondisi sehat (FIT) sebelum bertugas, berdasarkan data Medical Examination (MEDEX) terakhir. Capt. Andy Dahananto sebagai Pilot in Command tercatat memiliki sertifikat kesehatan Kelas 1 yang masih berlaku hingga Januari 2026.
Terkait kondisi armada, pesawat ATR 42-500 PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan. Inspeksi terakhir oleh operator dilakukan pada 25 Desember 2025, dan ramp check terakhir dilaksanakan di Manado pada 19 November 2025 dengan hasil laik terbang.
Mengenai penyebab kecelakaan, Lukman menegaskan bahwa pihaknya belum bisa memberikan kesimpulan. Investigasi mendalam sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Baca Juga: DPR–Pemerintah Sepakat RUU Pilkada Belum Masuk Prolegnas Prioritas 2026
"Seluruh aspek investigasi termasuk faktor penyebab kecelakaan merupakan kewenangan KNKT. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil investigasi resmi," pungkasnya.
Selanjutnya: Bank Sentral India Usulkan Koneksi Mata Uang Digital BRICS
Menarik Dibaca: Ancaman Kebocoran Data Instagram, Waspada Email Reset Password Palsu
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
