kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -50.000   -1,77%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Samuel Aset: Neraca perdagangan defisit lebih dari US$ 1 miliar di November


Minggu, 16 Desember 2018 / 16:26 WIB
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok


Reporter: Lidya Yuniartha | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Samuel Aset Manajemen, Lana Soelistianingsih memperkirakan neraca perdagangan di bulan November masih akan mencatat defisit yang cukup besar, yakni di atas US$ 1 Miliar.

Menurut Lana, impor yang masih tinggi disebabkan oleh tingginya impor bahan baku untuk tahun baru serta besarnya impor barang modal yang berkaitan dengan infrastruktur. "Adanya event-event dari artis luar negeri di sekitar akhir Oktober juga berpengarun, itu masuk dalam impor barang konsumsi," tutur Lana kepada Kontan.co.id, Minggu (16/12).

Lana berpendapat, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk menekan impor belum berdampak. Perluasan B20 misalnya. Lana mengatakan, penerapan B20 menjadi kurang efektif lantaran harga minyak yang sedang turun.

Turunnya harga minyak mentah, membuat impor minyak semakin tinggi. Tak hanya itu, dia pun memperkirakan impor minyak yang meningkat di November bisa jadi disebabkan antisipasi masyarakat yang ingin melakukan mudik di akhir tahun, ditambah tol Trans Jawa yang sudah beroperasi.

Sementara, kinerja ekspor Indonesia di November pun diperkirakan belum mencatat kinerja yang memuaskan. "Karena perang dagang, ekspor-impor China melmabat," tutur Lana. Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Oktober 2018 mengalami defisit US$ 1,82 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×