kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Saat menyambut Jokowi di Istana, SBY sebagai apa?


Kamis, 16 Oktober 2014 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Promo PegiPegi 1-31 Mei 2023, Diskon Tiket Bus & Travel Hingga 10%


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar penyambutan untuk Joko Widodo di Istana Negara pada 20 Oktober 2014, mengundang tanya. Setelah pelantikan Jokowi menjadi Presiden di MPR pada hari itu, SBY bukan lagi tuan rumah di Istana Negara.

"Agak aneh (rencana penyambutan itu). Pak Jokowi sudah dilantik (menjadi Presiden). SBY sebagai apa (menggelar penyambutan Jokowi itu)?" tanya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra, Kamis (16/10).

"Ketika (Jokowi) sudah dilantik, kuasa sudah berpindah dan tuan rumah (di Istana Negara) adalah Jokowi," tegas Saldi. Dia menambahkan, niat baik SBY menyambut kehadiran Jokowi di Istana Negara itu tetap harus diapresiasi.

"Tapi, pilihan waktunya bisa jadi perdebatan hukum. Tidak bisa dijelaskan dalam kapasitas apa SBY menyambut Jokowi di Istana Negara, setelah pelantikan," ulang Saldi.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY akan menggelar penyambutan untuk Jokowi di Istana Negara, dalam seremoni yang dikemas secara militer. Penyambutan itu direncanakan pada Senin petang, setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden pada pagi harinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×