kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Saat menyambut Jokowi di Istana, SBY sebagai apa?


Kamis, 16 Oktober 2014 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Promo PegiPegi 1-31 Mei 2023, Diskon Tiket Bus & Travel Hingga 10%


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar penyambutan untuk Joko Widodo di Istana Negara pada 20 Oktober 2014, mengundang tanya. Setelah pelantikan Jokowi menjadi Presiden di MPR pada hari itu, SBY bukan lagi tuan rumah di Istana Negara.

"Agak aneh (rencana penyambutan itu). Pak Jokowi sudah dilantik (menjadi Presiden). SBY sebagai apa (menggelar penyambutan Jokowi itu)?" tanya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra, Kamis (16/10).

"Ketika (Jokowi) sudah dilantik, kuasa sudah berpindah dan tuan rumah (di Istana Negara) adalah Jokowi," tegas Saldi. Dia menambahkan, niat baik SBY menyambut kehadiran Jokowi di Istana Negara itu tetap harus diapresiasi.

"Tapi, pilihan waktunya bisa jadi perdebatan hukum. Tidak bisa dijelaskan dalam kapasitas apa SBY menyambut Jokowi di Istana Negara, setelah pelantikan," ulang Saldi.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY akan menggelar penyambutan untuk Jokowi di Istana Negara, dalam seremoni yang dikemas secara militer. Penyambutan itu direncanakan pada Senin petang, setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden pada pagi harinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×