kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Saat menyambut Jokowi di Istana, SBY sebagai apa?


Kamis, 16 Oktober 2014 / 11:08 WIB
ILUSTRASI. Promo PegiPegi 1-31 Mei 2023, Diskon Tiket Bus & Travel Hingga 10%


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Rencana Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar penyambutan untuk Joko Widodo di Istana Negara pada 20 Oktober 2014, mengundang tanya. Setelah pelantikan Jokowi menjadi Presiden di MPR pada hari itu, SBY bukan lagi tuan rumah di Istana Negara.

"Agak aneh (rencana penyambutan itu). Pak Jokowi sudah dilantik (menjadi Presiden). SBY sebagai apa (menggelar penyambutan Jokowi itu)?" tanya Guru Besar Hukum Tata Negara Universitas Andalas, Saldi Isra, Kamis (16/10).

"Ketika (Jokowi) sudah dilantik, kuasa sudah berpindah dan tuan rumah (di Istana Negara) adalah Jokowi," tegas Saldi. Dia menambahkan, niat baik SBY menyambut kehadiran Jokowi di Istana Negara itu tetap harus diapresiasi.

"Tapi, pilihan waktunya bisa jadi perdebatan hukum. Tidak bisa dijelaskan dalam kapasitas apa SBY menyambut Jokowi di Istana Negara, setelah pelantikan," ulang Saldi.

Seperti diberitakan sebelumnya, SBY akan menggelar penyambutan untuk Jokowi di Istana Negara, dalam seremoni yang dikemas secara militer. Penyambutan itu direncanakan pada Senin petang, setelah Jokowi dilantik menjadi Presiden pada pagi harinya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×