CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Ruhut: Kasus Rudi Rubiandini bukan kesalahan SBY


Rabu, 14 Agustus 2013 / 09:50 WIB
ILUSTRASI. Mengenal Aurora, Bagaimana Fenomena Ini Dapat Terjadi? Yuk Cari Tahu


Reporter: Adhitya Himawan | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Anggota Komisi III DPR, Ruhut Sitompul, membantah kasus tertangkap tangannya Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK) Migas, Rudi Rubiandini, menunjukkan kesalahan pengambilan keputusan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Ruhut mengapresiasi prestasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berhasil melakukan penangkapan terkait dugaan suap di SKK Migas. "Ini menunjukkan operasi tangkap tangan KPK sudah mulai menyasar ke level yang lebih tinggi," kata Ruhut saat dihubungi KONTAN, Rabu, (14/8).

Namun, politisi Demokrat tersebut membantah kasus ini menunjukkan keteledoran Presiden SBY dalam menunjuk seseorang menduduki jabatan publik yang penting. Ia yakin, bagaimana pun Presiden SBY tetap mempertimbangkan kehati-hatian sebelum melakukan pemilihan dan penunjukkan.

Menurut Ruhut, dalam kasus Rudi, yang bersangkutan justru mengkhianati kepercayaan Presiden. "Mungkin saat ditunjuk dia masih bersih. Nah, dalam perjalanan setelah memegang jabatan, dia luntur menghadapi godaan," pungkas Ruhut.

Sebagaimana diketahui, Rudi ditunjuk oleh Presiden SBY menjadi Kepala SKK Migas pada 11 Januari lalu. Sebelumnya, Rudi menjabat sebagai Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×