kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.880   22,00   0,12%
  • IDX 6.038   -79,17   -1,29%
  • KOMPAS100 790   -4,20   -0,53%
  • LQ45 596   -2,80   -0,47%
  • ISSI 210   -2,65   -1,25%
  • IDX30 337   -1,37   -0,41%
  • IDXHIDIV20 413   -2,62   -0,63%
  • IDX80 90   -0,41   -0,45%
  • IDXV30 111   -0,79   -0,71%
  • IDXQ30 108   -0,31   -0,29%

Rosan: Prajogo Pangestu dan Grup Djarum Berminat Beli Patriot Bond Danantara


Kamis, 04 September 2025 / 16:33 WIB
Rosan: Prajogo Pangestu dan Grup Djarum Berminat Beli Patriot Bond Danantara
ILUSTRASI. Badan Pengelola Investasi Danantara akan menerbitkan instrumen pembiayaan strategis berupa surat utang Patriot Bond. . ANTARA FOTO/Fauzan/YU


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan menerbitkan instrumen pembiayaan strategis berupa surat utang Patriot Bond. 

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani mengatakan bahwa surat utang ini sudah dilirik oleh Pemilik Grup Barito, Prajogo Pangestu dan Grup Djarum.  

"(Prajogo dan Djarum minat) iya, mereka berminat," kata Rosan di Istana Kepresidenan, Kamis (4/9). 

Baca Juga: Patriot Bond Dinilai Minim Dampak ke APBN, tapi Tetap Mengandung Risiko

Tak hanya mereka, Menurut Rosan, banyak pengusaha yang ingin berpartisipasi membeli Patriot Bond. 

"Semua ikut berpartisipasi kok," jelasnya. 

Sebelumnya, Danantara mengumumkan rencana penerbitan Patriot Bonds senilai Rp 50 triliun. Instrumen ini ditujukan sebagai produk investasi sekaligus sumber pembiayaan pembangunan.

Baca Juga: Patriot Bond Tak Ganggu Anggaran Negara

Chief Investment Officer Danantara Pandu Sjahrir menilai Patriot Bonds memiliki fungsi strategis. Model serupa juga sudah dipakai di Jepang dan Amerika Serikat (AS). 

“Melalui obligasi ini, negara memperoleh sumber pendanaan jangka menengah-panjang yang stabil, sementara pelaku usaha memiliki akses pada instrumen investasi yang aman dan bermanfaat bagi perekonomian nasional,” ujar Pandu, Selasa (26/8).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×