kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Rizal: Bagi kakak saya, KPK itu penjahat


Selasa, 12 November 2013 / 20:57 WIB
ILUSTRASI. Sejumlah pegawai memasuki Kantor Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) / Badan Riset dan Inovasi Nasional di Jakarta, Minggu (11/4/2021). ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/rwa.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Juru bicara keluarga Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, mengatakan Andi Mallarangeng telah menjadi korban dari kekeliruan yang dibuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Rizal mengaku tak mau berpolemik soal motif politik di balik penetapan Andi sebagai tersangka. Ia hanya melihat kasus ini murni kesalahan konstruksi kasus Hambalang yang dibangun KPK.

“Bagi kita semua, KPK itu memang pahlawan. Dia berhasil mengungkap banyak kasus, tidak bisa dipungkiri. Tapi bagi kakak saya, KPK itu penjahat,” ujar Rizal dalam jumpa pers di kantor Freedom Institute, Selasa (12/11/2013).

Rizal dan tim khusus yang disebut “Elang Hitam” membeberkan sejumlah kejanggalan yang ada. Dia juga menghimpun kesaksian dalam berita acara pemeriksaan sejumlah saksi kunci kasus Hambalang. Rizal menyatakan KPK sudah terlanjur menyebutkan kakaknya sebagai tersangka.

“Bisa saja karena dorongan publik supaya pejabat tinggi yang kena, akhirnya Menpora-lah yang menjadi sasaran. Padahal banyak fakta yang tidak terkait,” ujar Rizal.

Ia menuturkan KPK selama ini berdalih bahwa aliran dana yang diterima Andi selalu berasal dari adiknya, Andi Zulkarnain Mallarangeng atau Choel. Padahal, Rizal mengatakan adiknya itu mengaku mengambil uang dari sejumlah perusahaan konstruksi karena inisiatifnya sendiri dan tidak disampaikan ke Andi Mallarangeng. Tapi bagi KPK, sebut Rizal, Choel dianggap sebagai perwakilan Andi Mallarangeng.

“KPK sudah tak punya lagi fakta dan bukti yang bisa menjerat Andi. Kalau ada, pasti sejak awal KPK sudah memberikan bocoran-bocoran, entah itu rekaman percakapan, sampai transaksi rekening kakak saya,” ucap politisi Partai Golkar ini.

Rizal mengaku tak mau bespekulasi apakah penetapan Andi Mallarangeng bersifat politis atau tidak. Menurut Rizal, selama ini Andi Mallarangeng tidak pernah berambisi untuk mengejar posisi. Andi pun dikenal dekat dengan kalangan Istana, sehingga sulit mencari motif politis dari penetapan Andi sebagai tersangka.

“Saya tak mau berpolemik ke situ. Yang saya tahu, KPK keliru dalam membangun logika kasus ini,” tuturnya.

Di dalam kasus Hambalang ini, KPK telah menetapkan mantan Menpora Andi Mallarangeng sebagai tersangka. Setelah itu, KPK juga menetapkan mantan Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora Dedy Kusdinar, petinggi PT Adhi Karya Teuku Bagus Muhammad Noer, dan Direktur Utama PT Dutasari Citralaras Machfud Suroso. (Sabrina Asril/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×