kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.733   65,00   0,37%
  • IDX 6.094   -1,21   -0,02%
  • KOMPAS100 803   -1,25   -0,15%
  • LQ45 614   -2,27   -0,37%
  • ISSI 215   0,72   0,34%
  • IDX30 351   -0,81   -0,23%
  • IDXHIDIV20 434   -5,14   -1,17%
  • IDX80 93   0,04   0,05%
  • IDXV30 121   -0,35   -0,29%
  • IDXQ30 114   -1,58   -1,37%

Negosiasi Ekspor 500.000 Ton Beras ke Malaysia Hampir Final, Potensi Rp 8 Triliun


Jumat, 22 Mei 2026 / 14:27 WIB
Negosiasi Ekspor 500.000 Ton Beras ke Malaysia Hampir Final, Potensi Rp 8 Triliun
ILUSTRASI. Capaian penyerapan gabah Bulog (ANTARA FOTO/Dedi Suwidiantoro)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Negosiasi ekspor 500.000 ton beras ke Malaysia hampir final. Malaysia telah memberikan penawaran harga mencapai Rp 16.000 per kg. Dengan asumsi tersebut potensi nilai ekspor beras ke Malaysia diproyeksikan bisa mencapai Rp 8 triliun. 

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdani mengatakan, penawaran tersebut masih tawaran awal. "Malaysia sudah beri penawaran awal dari pihak Malaysia sekitar Rp 16 Ribu atau RM 3,7. Nah ini masih penawaran awal," jelas Rizal dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (22/5/2026). 

Menurut Rizal, Bulog akan mengirimkan beras dengan kualitas premium dengan pecahan maksimal 5%. 

Baca Juga: Program Bantuan Pangan Berlanjut Dua Bulan Depan, Setiap KPM Diusulkan Terima 20 Kg

Namun begitu, negosiasi masih terus berlanjut dengan otoritas Malaysia. Rizal menyebut pihaknya akan menugaskan bawahannya untuk kembali melakukan diskusi teknis pengiriman di Sarawak dalam waktu dekat. 

"Ini untuk memastikan pengirimannya port to port atau hanya menyebrang lewat Kalimantan Barat dari Pontianak, gudang Pontianak menyebrang masuk sampai Entikong dari Entikong langsung ke Sarawak. Nanti konsepnya seperti apa akan didiskusikan di Sarawak," urai Rizal. 

Sebelumnya, negosiasi ekspor beras premium Indonesia ke Malaysia disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. 

Amran menyebut, pengusaha asal Malaysia itu sebelumnya sudah pernah mengimpor jagung dari Indonesia. Pengusaha itu lalu datang langsung ke Indonesia untuk negosiasi pembelian beras dari pemerintah. 

Adapun ekspor menggunakan beras premium yang dikelola Perum Bulog.

Wacana ekspor beras semakin sering disampaikan pemerintah seiring stok beras di gudang Bulog yang semakin banyak dan tembus 5,37 juta ton pada hari ini. 

“Nah ini ada saudara kita mumpung sini dari Malaysia. Ini minta beras 500.000 ton,” kata Amran dalam Dialog Swasembada Pangan di Gudang Romokalisari yang disewa Bulog di Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Baca Juga: Stok Beras Melimpah, Bulog Tambah Kapasitas Gudang Capai 7 Juta Ton

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×