kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.590.000   -15.000   -0,58%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Ini Alasannya


Jumat, 25 September 2026 / 20:38 WIB
Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di PBB, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (REUTERS/Jeenah Moon)


Sumber: Kompas.com | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mawengkang mengungkapkan alasan delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu berpidato di Sidang Majelis Umum (SMU) Ke-81 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Ia mengatakan, aksi walk out tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada Palestina dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan yang dilakukan Israel.

"Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk solidaritas kepada rakyat Palestina serta protes dan kecaman terhadap kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum internasional yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina di Gaza dan di Wilayah Palestina yang diduduki," kata Yvonne kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (25/9/2026).

Baca Juga: Era Global Minimum Tax, Opsi Skema Insentif Ini Bisa Tarik Investor Masuk RI

Dia mengatakan, aksi walk out tersebut ditujukan sebagai refleksi posisi Indonesia yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina.

Bersama negara-negara yang sehaluan, kata Yvonne, Indonesia ingin menyampaikan pesan yang jelas bahwa kekerasan terhadap rakyat Palestina.

"Dan pelanggaran hukum internasional tidak dapat dinormalisasi dan harus segera dihentikan," tandasnya.

Sebagai informasi, delegasi Indonesia melakukan aksi walk out saat Netanyahu hendak menyampaikan pidato kenegaraannya dalam Debat Umum SMU Ke-81 PBB.

Selain Indonesia, tampak pula diplomat dari berbagai negara lain berduyun-duyun meninggalkan kursi mereka dan keluar ruangan sebagai bentuk protes kepada pemimpin rezim Israel itu.

Suasana di dalam aula Majelis Umum PBB menjadi riuh saat para delegasi meninggalkan kursi mereka dan keluar ruangan, demikian laporan dari Antara.

Baca Juga: Prabowo Bentuk Banyak Badan dan Satgas, Ekonom Soroti Efektivitas dan Anggaran

Sindiran Netanyahu

Merespons jumlah delegasi yang walk out, Netanyahu justru berseloroh mempersilakan mereka keluar sebelum dia berpidato. 

"Sebelum saya mulai, jika ada pengecut moral yang masih belum keluar dari aula ini, tolong lakukan sekarang," kata Netanyahu meledek para peserta sidang, sebagaimana disiarkan UN Web TV.

Netanyahu hanya akan menghabiskan waktu selama enam jam di Amerika Serikat untuk hadir dalam Sidang Majelis Umum PBB. Dia juga tidak akan bertemu Presiden AS Donald Trump ataupun Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio.

Baca Juga: Harga Minyak & Komoditas Tambang Masih Tinggi, PNBP SDA Berpotensi Tembus Target 2026

Kehadiran Netanyahu dalam Sidang Majelis Umum PBB pada 2026 dilakukan saat kecaman internasional terus meluas terhadap kejahatan rezim Israel di Jalur Gaza dan Tepi Barat Palestina, serta pelanggaran gencatan senjata di Lebanon yang mengakibatkan eskalasi di kawasan.

Terlebih lagi, surat perintah penangkapan Netanyahu yang diterbitkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) pada 2024 masih berlaku.

Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/09/25/20103181/alasan-indonesia-walk-out-saat-netanyahu-pidato-di-sidang-majelis-umum-pbb.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×