kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Revisi DNI ditargetkan selesai awal Januari 2016


Minggu, 06 Desember 2015 / 20:54 WIB
Revisi DNI ditargetkan selesai awal Januari 2016


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pembahasan revisi atas Daftar Negatif Investasi (DNI) masih alot. Pemerintah mengaku, masih banyak perdebatan antara satu Kementerian/Lembaga (K/L) dengan yang lainnya.

Alhasil, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution bilang, karena itu, DNI tidak mungkin rampung tahun 2015. Namun demikian, Ia berjanji awal Januari 2016 sudah bisa dikeluarkan.

"DNI itu menyangkut banyak institusi, Kementerian/Lembaga (K/L)," ujar Darmin, Jumat (4/12) di Istana Negara Jakarta.

Jadi, pembahasannya tidak bisa dipaksakan, apalagi diklaim oleh salah satu K/L pengusung saja. Meskipun memang refvisi DNI ini menjadi inisiatif Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Sehingga BKPM menjadi leading department dalam membahas perubahan DNI, yang sekarang masih digodok di tingkat kementerian, di bawah Kemenko Perekonomian. Sayang Darmin enggan menjelaskan aturan mana saja yang masih menjadi perdebatan tersebut.

Sementgara itu ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menganggap perubahan DNI pada satu sisi berdampak baik. Namun di sisi lain mengancam industri lokal, apalagi seperti industri film. Oleh karenanya, pemerintah harus bisa memastikan jika banyak perusahaan asing masuk, akan memberikan ruang bagi pengusaha film, dan industri kreatif lainnya berkembang.

Sehingga investasi yang masuk, tidak hanya menyuntikan modal saja, dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Tetapi mendorong munculnya pelaku industri yang lain, yang pada akhirnya produktivitas nasional meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×