kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.718.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.709   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.518   -3,63   -0,06%
  • KOMPAS100 848   -0,96   -0,11%
  • LQ45 642   0,75   0,12%
  • ISSI 229   -1,10   -0,48%
  • IDX30 359   0,71   0,20%
  • IDXHIDIV20 438   1,12   0,26%
  • IDX80 97   -0,06   -0,06%
  • IDXV30 122   -0,08   -0,06%
  • IDXQ30 114   0,40   0,35%

Restorasi lahan gambut libatkan masyarakat adat


Rabu, 13 Januari 2016 / 20:01 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Kepala Badan Restorasi Gambut Nazir Foead mengaku siap mengemban tugas yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Sebagai orang yang memiliki latar belakang aktivis lingkungan, Nazir akan mengaplikasikan jejaring yang dimilikinya untuk menyelamatkan lahan gambut.

Termasuk diantaranya menjalin komunikasi dan bekerjasama dengan sejumlah pihak.

Sebab, sebagai kepala badan restorasi gambut dirinya dituntut untuk menjalin komunikasi dengan banyak kelompok masyarakat, termasuk diantaranya masyarakat adat dan kalangan pengusaha.

"Saya harap teman-teman dunia usaha tidak melihat badan ini bekerja hanya untuk kepentingan lingkungan semata, tetapi keberlanjutan ekonomi," kata Nazir, Rabu (13/1) di Istana Negara, Jakarta.

Sebagai mantan aktivis Nazir mengaku sudah terbiasa berkomunikasi dengan masyarakat adat dan kalangan pengusaha.

Ketika aktif di organisasi pelestarian lingkungan WWF, hal itu sudah sering dilakukannya.

Dalam Peraturan Presiden Nomor 01 Tahun 2016, badan restorasi gambut akan melaksanakan tugasnya dalam kurun waktu lima tahun.

Pasal 30 Perpres tersebut menyebutkan, lembaga ini akan berakhir pada tahun 2020.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×