kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Respons pengusaha usai Jokowi tunda bahas kluster ketenagakerjaan RUU Cipta Kerja


Jumat, 24 April 2020 / 20:55 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers terkait COVID-19 di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (16/3/2020).


Reporter: Vendi Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan untuk menunda pembahasan kluster ketenagakerjaan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Hal ini telah disampaikan kepada DPR.

Adanya penundaan ini merupakan respon dari tuntutan buruh yang keberatan dengan sejumlah pasal dalam kluster ketenagakerjaan. Jokowi menyatakan, memberikan kesempatan untuk mendalami substansi dari pasal-pasal terkait. Selain itu juga untuk mendapatkan masukan-masukan dari semua pemangku kepentingan terkait.

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengapresiasi keputusan Presiden Jokowi untuk menunda pembahasan omnibus law RUU cipta kerja klaster ketenagakerjaan selama pandemi corona.

Baca Juga: DPR putuskan untuk menunda pembahasan RUU Cipta Kerja

Bahkan, menurut Said Iqbal, Presiden akan mempertimbangkan dengan sungguh-sungguh untuk membahas ulang klaster ketenagakerjaan di omnibus law RUU cipta kerja dengan melibatkan serikat pekerja/serikat buruh.

"Harus ada pembahasan ulang draft RUU Cipta Kerja klaster ketenagakerjaan yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Pembahasan tersebut dilakukan setelah pandemi corona selesai," ujar Said.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×