kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.713.000   -20.000   -0,73%
  • USD/IDR 17.963   -67,00   -0,37%
  • IDX 5.928   181,38   3,16%
  • KOMPAS100 786   26,53   3,49%
  • LQ45 592   22,47   3,95%
  • ISSI 203   5,77   2,93%
  • IDX30 336   13,31   4,12%
  • IDXHIDIV20 413   15,01   3,77%
  • IDX80 89   2,79   3,25%
  • IDXV30 111   2,72   2,51%
  • IDXQ30 107   3,67   3,53%

Refocusing Penerima MBG, Siswa dari Keluarga Mampu Berpotensi Tak Dapat MBG


Rabu, 10 Juni 2026 / 13:18 WIB
Refocusing Penerima MBG, Siswa dari Keluarga Mampu Berpotensi Tak Dapat MBG
ILUSTRASI. Pemerintah akan menata ulang program MBG dengan memfokuskan penyaluran kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. (KKP/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan menata ulang program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memfokuskan penyaluran kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas program sekaligus memastikan penggunaan anggaran lebih tepat sasaran.

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman mengatakan nantinya Badan Gizi Nasional (BGN) berpotensi mencoret beberapa siswa yang dianggap dari kalangan mampu untuk tidak lagi menjadi penerima manfaat. 

"Artinya kalau misalnya ini tidak perlu, mereka anak-anak orang kaya, ya enggak akan dikasih,” kata Dudung dalam konferensi pers di Kantor KSP, Rabu (10/6/2026). 

Baca Juga: Ada di Hotel, Klinik Satelit Madinah Jadi Garda Terdepan Layani Kesehatan Jemaah Haji

Dudung memastikan evaluasi akan dilakukan terhadap penerima manfaat, termasuk di wilayah perkotaan yang dinilai tidak seluruhnya membutuhkan program tersebut.

“Yang pertama adalah tentang refocusing untuk penerima manfaat. Jadi disampaikan oleh Kepala BGN bahwa nanti yang betul-betul yang membutuhkan, sehingga nanti akan dicek kembali,” lanjut Dudung 

Ia mencontohkan, berdasarkan hasil pengecekan yang pernah dilakukan di Jakarta, terdapat sejumlah penerima manfaat di tingkat sekolah menengah yang tidak mengonsumsi makanan yang disediakan melalui program MBG.

Karena itu, pemerintah akan melakukan pendataan dan evaluasi ulang agar bantuan pangan bergizi benar-benar diterima kelompok yang membutuhkan.

Dudung menjelaskan, kebijakan refocusing tersebut juga menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran program MBG yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Baca Juga: Prabowo Akan Merenovasi 400 Rumah Sakit dan 10.000 Puskesmas Dalam 3 Tahun

Selain penerima manfaat, BGN juga akan melakukan penataan terhadap dapur-dapur MBG yang telah beroperasi.

Menurut Dudung, evaluasi akan difokuskan pada kualitas layanan dan efektivitas operasional dapur, bukan semata-mata mengejar jumlah.

“Dampaknya nanti akan dilihat, terutama yang berkualitas, tidak mengejar kuantitas. Tapi betul-betul dapur itu apakah efektif, apakah sesuai dengan aturan yang nantinya tidak menimbulkan misalnya keracunan dan sebagainya,” ujarnya.

KSP, lanjut Dudung, juga akan ikut melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program MBG di berbagai daerah untuk memastikan program berjalan sesuai arahan pemerintah.

Menurut dia, penataan ulang tersebut diperlukan agar program MBG dapat berjalan lebih efektif sekaligus memberikan manfaat maksimal bagi kelompok masyarakat yang menjadi sasaran utama program.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×