kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.354   10,00   0,06%
  • IDX 6.957   -144,42   -2,03%
  • KOMPAS100 936   -21,42   -2,24%
  • LQ45 669   -14,80   -2,16%
  • ISSI 251   -4,43   -1,74%
  • IDX30 373   -6,79   -1,79%
  • IDXHIDIV20 458   -7,34   -1,58%
  • IDX80 105   -2,51   -2,34%
  • IDXV30 134   -2,24   -1,64%
  • IDXQ30 119   -2,51   -2,07%

Redam Efek Kenaikan Harga Plastik ke Inflasi, Ini Strategi yang Dilakukan Pemerintah


Rabu, 29 April 2026 / 05:15 WIB
Redam Efek Kenaikan Harga Plastik ke Inflasi, Ini Strategi yang Dilakukan Pemerintah
ILUSTRASI. Untuk meredam tekanan inflasi dari kenaikan harga plastik, pemerintah menurunkan bea masuk impor LPG dari 5% menjadi 0%. (Dok/TRST)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah masih menghitung dampak kenaikan harga plastik terhadap inflasi, seiring lonjakan harga global yang berpotensi mendorong kenaikan harga makanan dan minuman.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, transmisi kebijakan ke pengendalian harga diperkirakan membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu, terutama untuk proses pengadaan LPG dan bahan baku plastik.

“Masih kita hitung. Karena ini butuh waktu untuk pengadaan, mungkin sekitar 3 sampai 4 minggu,” ujar Airlangga di kantornya, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga: Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0% Berlaku 6 Bulan, Kapan Berlaku?

Untuk meredam tekanan tersebut, pemerintah menurunkan bea masuk impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari 5% menjadi 0% agar dapat digunakan sebagai alternatif bahan baku pengganti nafta.

“Impor LPG kami turunkan bea masuknya dari 5% menjadi 0% agar kilang dapat memperoleh bahan baku alternatif dari nafta ke LPG. Ini penting untuk menjaga pasokan bahan baku plastik,” jelas Airlangga.

Kebijakan ini berlaku selama enam bulan. Selain LPG, pemerintah juga memberikan relaksasi bea masuk untuk impor bahan baku plastik seperti polipropilena (PP), high-density polyethylene (HDPE), dan linear low-density polyethylene (LLDPE) menjadi 0% dalam periode yang sama.

Airlangga menyebut, langkah ini diambil menyusul lonjakan harga plastik global yang mencapai 50% hingga 100% akibat gangguan pasokan, termasuk dampak penutupan Selat Hormuz. Kenaikan tersebut berisiko mendorong kenaikan harga kemasan dan berimbas pada harga produk makanan dan minuman.

Baca Juga: Ketidakpastian Hukum Berpotensi Menghambat Keputusan Strategis dan Investasi

“Diberikan bea masuk 0% dalam periode enam bulan. Nanti kita lihat situasi setelah enam bulan seperti apa. Kebijakan ini juga diambil negara lain seperti India agar tidak mendorong kenaikan harga bahan makanan,” kata Airlangga.

Pemerintah berharap kebijakan ini dapat menahan tekanan inflasi dari sisi biaya produksi sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×