kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.035   45,00   0,25%
  • IDX 5.873   -113,12   -1,89%
  • KOMPAS100 763   -18,32   -2,34%
  • LQ45 583   -12,03   -2,02%
  • ISSI 203   -3,37   -1,63%
  • IDX30 330   -6,18   -1,83%
  • IDXHIDIV20 410   -5,48   -1,32%
  • IDX80 87   -1,95   -2,19%
  • IDXV30 111   -1,67   -1,48%
  • IDXQ30 107   -1,52   -1,40%

Realisasi PNBP Semester I Naik 21,6% Jadi Rp 271 Triliun, Didorong Harga Komoditas


Rabu, 08 Juli 2026 / 16:30 WIB
Realisasi PNBP Semester I Naik 21,6% Jadi Rp 271 Triliun, Didorong Harga Komoditas
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. (KONTAN/Nurtiandriyani Simamora)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA.  Realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga semester I 2026 mencapai Rp 271 triliun. Capaian tersebut setara 59% dari target APBN 2026 sebesar Rp 459,2 triliun dan tumbuh 21,6% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp 222,9 triliun.

"Realisasi PNBP mencapai Rp 271,0 triliun atau tumbuh 21,6% dari realisasi tahun sebelumnya. Ini setara 56,9% dari target APBN. Ini didukung oleh peningkatan volume layanan pemerintah, perbaikan tata kelola, serta masih terjaganya harga beberapa komoditas strategis," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Rabu (8/7/2026).

Purbaya mengatakan, peningkatan realisasi PNBP tersebut terutama ditopang oleh kinerja pendapatan sumber daya alam (SDA), peningkatan PNBP kementerian/lembaga (K/L), serta pendapatan Badan Layanan Umum (BLU).

Baca Juga: Outlook PNBP2026 Naik Jadi 125,2%,Ekonom:Ada Dorongan dari Windfall Profit hingga BLU

Menurutnya, pendapatan SDA migas mendapatkan dukungan dari kenaikan harga minyak mentah Indonesia (ICP), peningkatan lifting pada periode Desember 2025 hingga Mei 2026, serta pelemahan nilai tukar rupiah.

"Kinerja pendapatan SDA migas didukung oleh kenaikan ICP, kenaikan lifting periode Desember-Mei serta pelemahan nilai tukar rupiah," jelas Purbaya.

Sementara itu, pendapatan SDA nonmigas terutama didorong oleh kenaikan harga mineral acuan, khususnya komoditas nikel, tembaga, emas, dan perak.

Di sisi lain, realisasi pendapatan kekayaan negara dipisahkan (KND) tercatat menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan tersebut terutama disebabkan oleh tidak berulangnya setoran dividen BUMN perbankan yang pengelolaannya telah dialihkan kepada BPI Danantara.

Adapun kinerja PNBP kementerian/lembaga (PNBP-K/L) ditopang oleh peningkatan pendapatan jasa komunikasi dan informatika serta pendapatan penegakan hukum, termasuk hasil kinerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH).

Baca Juga: Outlook Target PNBP 2026 Dikerek Jadi Rp 575,1 Triliun, Ini Kata INDEF

Sementara itu, pendapatan BLU didorong oleh peningkatan layanan kesehatan serta kenaikan harga dan tarif penjualan ekspor CPO sawit dan produk turunannya.

Sejalan dengan peningkatan realisasi tersebut, pemerintah juga menaikkan outlook target PNBP dalam APBN 2026. Target PNBP dikerek menjadi Rp 575,1 triliun atau mencapai 125,2% dari target awal APBN 2026 sebesar Rp 459,2 triliun.

Target tersebut tumbuh 6,2% secara tahunan (yoy), mencerminkan optimisme pemerintah terhadap penguatan penerimaan negara di luar pajak melalui optimalisasi SDA, layanan pemerintah, serta kinerja BLU.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×