kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Realisasi Cukai Hasil Tembakau Meningkat 30,98% Pada April 2022


Kamis, 26 Mei 2022 / 12:27 WIB
Realisasi Cukai Hasil Tembakau Meningkat 30,98% Pada April 2022
ILUSTRASI. Pedagang menunjukkan bungkus rokok bercukai di Jakarta.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) periode Januari hingga April 2022 sebesar Rp 76,29 triliun atau meningkat 30,98%.

“CHT dari Januari hingga April terjadi kenaikan di penerimaan Rp 76,29 triliun naik lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya,” tutur Menteri Keuangan Sri Mulyani, Senin (23/5).

Sri Mulyani mengatakan, kinerja penerimaan CHT ini dipengaruhi oleh adanya kenaikan tarif cukai alias tarif tertimbang yang mencapai 14,2% dibandingkan kenaikan tarif rata-rata tahun ini yang sebesar 12,5%.

Baca Juga: Pemerintah Akan Menunda Penerapan Cukai Plastik Tahun Ini

Selain itu, dipengaruhi juga oleh peningkatan produksi hasil tembakau sebesar 3,4%, serta adanya penerimaan CHT dari tahun lalu akibat adanya penyesuaian tarif pada tahun ini. Lalu, tingginya penerimaan pada April disebabkan karena rendahnya baseline bulan April tahun lalu akibat dampak produksi pada Februari 2021 ke Januari 2021.

Sementara itu, untuk penerimaan cukai minuman mengandung etil alkohol (MMEA), realisasinya mencapai Rp 2,19 triliun atau tumbuh 25,9%. Pertumbuhan ini lanjut Sri Mulyani, dipengaruhi seiring membaiknya kegiatan ekonomi di sektor pariwisata dan perhotelan sehingga adanya peningkatan produksi minuman seperti alkohol.

“Menariknya MMEA produksi dalam negeri itu sangat tinggi 99%. Ini cukup bagus, artinya sekarang dilakukan produksi dalam negeri untuk mensubtitusi import MMEA,” ujar Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×