kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Realisasi Belanja Pemerintah Sokong Pertumbuhan Ekonomi RI 2024


Rabu, 22 November 2023 / 16:16 WIB
Realisasi Belanja Pemerintah Sokong Pertumbuhan Ekonomi RI 2024
ILUSTRASI. Foto areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019). Realisasi Belanja Pemerintah Sokong Pertumbuhan Ekonomi RI 2024.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia 2024 berpotensi tak berubah, bila dibandingkan dengan tahun 2023. 

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menghitung, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun depan akan berada di kisaran 5% yoy hingga 5,1% yoy. 

Josua bilang, salah satu daya dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan adalah realisasi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). 

"Pemerintah ada indikasi untuk mendorong belanja dalam rangka menjaga daya beli masyarakat," tutur Josua kepada Kontan.co.id, Rabu (22/11). 

Baca Juga: Soal Peluang Kenaikan Suku Bunga Acuan BI, Chatib Basri: Tergantung Bunga The Fed

Upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan mempertahankan beberapa harga input untuk industri, misalnya harga gas hingga batubara. 

Ini sehubungan dengan menjaga agar harga barang output tidak meningkat signifikan, dan tetap berada dalam harga terjangkau saat sampai di tangan masyarakat. 

Kemudian, pemerintah juga akan terus memberikan subsidi dan kompensasi terkait dengan energi. 

"Pemerintah tetap menyiapkan ruang untuk memberi subsidi dalam menjaga daya beli masyarakat," ungkapnya. 

Baca Juga: Ini Tantangan dan Risiko yang Bayangi Prospek Perekonomian Indonesia

Selain itu, Josua juga melihat pertumbuhan ekonomi tahun depan terjaga oleh inflasi yang tetap berada dalam kisaran sasaran Bank Indonesia (BI). 

Dari perhitungannya, inflasi tahun depan akan berada di kisaran 3% yoy hingga 3,5% yoy. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×