kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Realisasi Belanja Ketahanan Pangan Akhir Maret 2023 Capai Rp 5,5 Triliun


Selasa, 18 April 2023 / 09:44 WIB
ILUSTRASI. realisasi belanja untuk ketahanan pangan akhir Maret 2023 mencapai Rp 5,5 triliun


Reporter: Ferry Saputra | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan realisasi belanja untuk ketahanan pangan akhir Maret 2023 mencapai Rp 5,5 triliun. Adapun realisasi tersebut sedikit menurun sebesar 1,8% jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai Rp 5,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan anggaran tersebut dimanfaatkan untuk membangun sejumlah infrastruktur yang berkaitan dengan ketahanan pangan.

"Membangun bendungan, jaringan irigasi, hingga memberikan bantuan kepada para peternak dan asuransi pertanian. Sebab, mereka menghadapi musim yang makin tidak pasti," ucap dia dalam konferensi pers APBN KiTa edisi April 2023, Senin (17/4).

Secara rinci, Sri Mulyani menerangkan pemanfaatan anggaran melalui belanja kementerian atau lembaga (K/L) sebesar Rp 5,4 triliun.

Baca Juga: Belanja Subsidi Energi Per Maret 2023 Capai Rp 24,3 Triliun, Didominasi LPG 3 Kg

Dia menyampaikan sebagian besar digunakan Kementerian PUPR Rp 3,3 triliun untuk pembangunan bendungan sebesar Rp 2,1 triliun dan rehabilitasi jaringan irigasi Rp 1,1 triliun.

Anggaran tersebut juga digunakan untuk Kementan Rp 1,3 triliun untuk bantuan benih, pupuk, dan pestisida senilai Rp 19 miliar. Selain itu, dimanfaatkan juga untuk bantuan inseminasi buatan Rp 54,5 miliar, serta asuransi pertanian dan usaha ternak sebesar Rp 517,6 juta.

Sementara itu, KKP memanfaatkan Rp 0,8 triliun yang sebagian besar digunakan untuk bantuan calon induk ikan senilai Rp 1,4 miliar.

Di sisi lain, Sri Mulyani menyebut pemanfaatan belanja melalui transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp 0,1 triliun. Adapun penggunaannya untuk pembangunan jalan pertanian, olahan pakan ternak, peningkatan jaringan irigasi, hingga pengendali banjir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×