kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Razia alat penguat sinyal seluler tidak efektif


Senin, 23 Juni 2014 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Google Digugat Karena Dugaan Monopoli Bisnis Iklan Digital di AS


Reporter: Agus Triyono | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Razia alat penguat sinyal seluler alias repeater tidak efektif. Budi Setiawan, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat dan Pos Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika mengatakan, pihaknya dan kepolisian baru bisa menjaring lima penjual repeater saja.

Menurut Budi, salah satu penyebab kurang maksimalnya razia yang dilakukan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama pihak kepolisian adalah personil. Seperti diketahui pemerintah beberapa waktu lalu menggandeng Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk merazia penjual alat penguat sinyal seluler alias repeater.

Budi beralasan, jumlah personil yang dilibatkan dalam razia tersebut sedikit. “Dengan personil yang terbatas tersebut, kami banyak mengandalkan bantuan laporan dari masyarakat,” katanya kepada KONTAN Senin (23/6). Pemerintah bersama dengan kepolisian saat ini tengah gencar merazia penjual repeater. Razia tersebut dilakukan karena mereka menganggap bahwa penjualan repeater secara bebas tersebut mengganggu, khususnya bagi pelayanan operator seluler.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×