kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rayuan maut Ahok luluhkan perusahaan mobil Swedia


Rabu, 19 Maret 2014 / 16:56 WIB
ILUSTRASI. Kucing tidak mau minum air.


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memiliki upaya agar kasus transjakarta berkarat tidak terulang kembali. Salah satunya ialah dengan melakukan pendekatan dan lobi kepada produsen bus internasional untuk mau masuk ke dalam e-katalog.

Untuk merealisasikan program tersebut, ia telah melakukan pertemuan dengan perusahaan mobil Swedia (Eropa), PT Scania, pada Selasa (18/3) kemarin. 

"Sekarang kita lagi melobi Scania untuk masuk ke e-katalog biar transjakarta dan bus kota terintegrasi busway (BKTB) memiliki kualitas standar internasional," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Rabu (19/3). 

Basuki menceritakan, awalnya, perusahaan truk dan bus tersebut pesimistis mengikuti lelang dalam e-katalog. Sebab, setiap lelang pengadaan bus yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta hampir selalu dimenangkan oleh perusahaan China.

Namun, karena ingin mendapatkan kualitas terbaik, Basuki terus meyakinkan PT Scania. Ia merayu, Pemprov DKI dapat membayar produksi bus Scania dengan harga yang lebih mahal dibandingkan dengan produksi China.

"Malaysia saja sudah pakai Scania. Kenapa kita tidak coba pakai, dan dorong Scania untuk masuk ke dalam lelang e-katalog," kata Basuki. 

Berkat kelihaiannya dalam melakukan pendekatan tersebut, PT Scania pun luluh dan mau mengirim satu model bus kota yang telah digunakan di negara lainnya kepada Pemprov DKI. Nantinya, satu model bus kota itu akan dihibahkan kepada DKI.

"Sekarang saya lagi gencar lobi-lobi mereka untuk ikut e-katalog, biar kita enggak pakai produk yang kualitasnya tidak sesuai," kata Basuki. (Kurnia Sari Aziza)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×