kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Rayakan pelantikan, warga diminta naik angkot saja


Jumat, 17 Oktober 2014 / 22:51 WIB
Rayakan pelantikan, warga diminta naik angkot saja
ILUSTRASI. Cara Menurunkan Darah Tinggi dengan Alami, Buah Penurun Hipertensi Ini Wajib Dimakan


Sumber: Kompas.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengimbau warga Jakarta yang hendak hadir dalam acara kirab budaya pelantikan presiden terpilih Joko Widodo pada Senin (20/10) mendatang untuk tidak membawa kendaraan sendiri.

Warga diminta datang dengan menggunakan angkutan umum karena Pemprov DKI tidak akan menyiapkan lahan parkir khusus untuk acara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan Muhammad Akbar mengatakan, warga yang berencana datang ke acara yang akan dilaksanakan di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin itu dapat menggunakan commuter line dengan pemberhentian di Stasiun Sudirman, ataupun naik transjakarta dengan pemberhentian di halte Semanggi (Koridor IX), dan halte Dukuh Atas Koridor IV dan VI).

"Kami tidak menyiapkan parkir tambahan. Jadi masyarakat yang akan datang ke acara sebaiknya menggunakan angkutan umum," kata Akbar, di Balaikota Jakarta, Jumat (17/10).

Menurut Akbar, bagi warga yang tetap membawa kendaraan pribadi, disarankan untuk memarkirkan di lokasi-lokasi resmi, seperti di parkir timur Senayan, lapangan IRTI Monas, maupun lapangan parkir Masjid Istiqlal.

Akbar menegaskan, apabila ada kendaraan yang parkir sembarangan, maka petugas dari Dinas Perhubungan DKI akan segera melakukan penderekan berbayar.

"Kalau ada yang parkir liar, kita akan siapkan mobil derek sebanyak 4-5 unit. Selain untuk parkir liar, mobil derek juga disiapkan untuk mobil yang mogok. Kan kalau mogok pasti menghambat, jadi harus cepat dievakuasi," kata mantan Kepala BLU Transjakarta itu. (Alsadad Rudi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×