kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Rasio utang pemerintah terus bertambah


Jumat, 27 November 2020 / 09:35 WIB
Rasio utang pemerintah terus bertambah
ILUSTRASI. Kemenkeu mencatat, posisi utang pemerintah sampai akhir Oktober 2020 sebesar Rp 5.877,71 triliun.


Reporter: Venny Suryanto | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, posisi utang pemerintah sampai akhir Oktober 2020 sebesar Rp 5.877,71 triliun. Alhasil rasio utang pemerintah terhadap produk domestik bruto (PDB) sebesar 37,84%.

Dalam laporan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) edisi November 2020 yang dirilis Kementerian Keuangan, posisi utang pemerintah pusat tersebut mengalami kenaikan 2,1% dari bulan sebelumnya.

Dengan demikian utang pemerintah bertambah sekitar Rp 120,84 triliun dari posisi utang September 2020 yang sebesar Rp 5.757,87 triliun.

Baca Juga: Pemerintah akan melelang 7 seri SUN dengan target Rp 40 triliun pada Selasa (1/12)

Meski naik, Kementerian Keuangan mengklaim sudah melakukan pengelolaan utang dengan penuh kehati-hatian, termasuk dimasa pandemi ini.

"Itu semua sudah sesuai rencana batasan APBN tersebut termasuk memanfaatkan momentum," tutur Luky Afirman, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan (26/11).

Selanjutnya: Gelar lelang SUN di 1 Desember, pemerintah pasang target indikatif Rp 20 triliun

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×