kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Rasio Pengunaan Mata Uang Lokal (LCT) Ditargetkan Capai 10% pada 2024 dan 2025


Minggu, 01 September 2024 / 14:12 WIB
Rasio Pengunaan Mata Uang Lokal (LCT) Ditargetkan Capai 10% pada 2024 dan 2025
ILUSTRASI. Pergerakan Rupiah: Petugas menghitung mata uang Rupiah di Pooling Cash Bank Mandiri, Kamis (15/8/2024). Pemerintah dan BI menargetkan rasio penggunaan mata uang lokal (LCT) sebesar 10% pada 2024 dan 2025.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menargetkan rasio penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sebesar 10% pada 2024 dan 2025.

Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan, menyampaikan, target 10% tersebut akan didorong melalui sinergi lintas sektor dan akselerasi program.

Adapun Ia mencatat capaian LCT sejak penandatanganan nota kesepahaman (NK) pada 5 September 2023 telah meningkat signifikan. Hingga semester I tahun 2024, rasio transaksi LCT mencapai 7,89% dari total transaksi perdagangan dengan empat negara mitra utama.

Baca Juga: BI Perkuat Kerja Sama LCT dengan Bank Sentral Korea

“Ke depannya, pemerintah berharap untuk terus memperluas implementasi LCT, baik dengan negara-negara mitra yang sudah berjalan seperti Thailand, Malaysia, Jepang, dan Tiongkok, maupun dengan empat mitra baru seperti Singapura, Korea Selatan, India, dan Uni Emirat Arab,” tutur Ferry kepada Kontan, Jumat (30/8).

Adapun Ferry juga menyebut, untuk mendorong penggunaan mata uang lokal, pemerintah juga akan melakukan sosialisasi yang intensif kepada pelaku usaha, baik pelaku ekspor-impor maupun investasi.

“Kami melihat sasaran saat ini terutama untuk mengurangi kebutuhan akan dolar AS adalah industri berorientasi ekspor yang melakukan impor bahan baku, salah satunya pelaku industri otomotif,” tambahnya.

Baca Juga: BI dan Bank of Korea Sepakat Pakai Mata Uang Lokal Antarnegara, Efektif 30 September

Selain itu, untuk mencapai rasio penggunaan mata uang lokal sebesar 10% di 2024 dan 2025, inovasi insentif seperti relaksasi Foreign Exchange Arrangements (FEA) dan manfaat kepabeanan telah diperkenalkan.

Melalui kolaborasi erat antar anggota Satgas Nasional LCT dan kebijakan yang berkesinambungan, Ferry menyebut, LCT diharapkan dapat menjadi pilar utama dalam stabilitas ekonomi dan memperkuat peran mata uang lokal dalam transaksi internasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×