Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) memastikan kondisi stabilitas sistem keuangan (SSK) nasional tetap terjaga hingga kuartal I-2026 di tengah meningkatnya volatilitis pasca keuangan global seiring eskalasi konflik Timur Tengah,
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sekaligus Ketua KSSK Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan, stabilitas sistem keuangan tetap solid berkat koordinasi dan sinergi kebijakan antarotoritas, yakni Kementerian Keuangan, Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).
"Memasuki bulan April 2026, dinamika penyelesaian konflik Timur tengah masih menjadi faktor utama stabilitas sistem keuangan global, terutama terhadap lonjakan energi," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis (7/5/2026).
Baca Juga: Bos Sritex Divonis 14 Tahun Penjara Kasus Kredit Fiktif Rp 1,3 Triliun
Purbaya mengatakan bahwa KSSK akan terus mencermati dan melakukan asesmen forward looking atas kinerja perekonomian dan sektor keuangan terkini seiring risiko ketidakpastian ekonomi global yang meningkat.
"Sekaligus melakukan upaya mitigasi secara terkoordinasi, baik antar lembaga anggota KSSK, maupun dengan kementerian lembaga lain," katanya.
Ia menambahkan bahw KSSK akan terus mewaspadai ketidakpastian global yang masih terus berlanjut. Sementara dari sisi dometik, Purbaya menyebut bahwa perekonomian Indonesia masih cukup bagus.
"Tapi kita akan melihat seperti apa di kuartal kedua tahun ini. Kita melihat semua kendala yang mungkin timbul, dan kita lihat semua hal-hal makro yang ada," ujar Purbaya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













