kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Purbaya Bakal Utus Suahasil Hadiri RDG BI Edisi Januari untuk Redam Spekulasi Pasar


Selasa, 20 Januari 2026 / 18:42 WIB
Purbaya Bakal Utus Suahasil Hadiri RDG BI Edisi Januari untuk Redam Spekulasi Pasar
Wamenkeu Suahasil (Dok/Kemenkeu)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan tidak menghadiri secara langsung Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 20–21 Januari 2026. 

Kehadiran pemerintah akan diwakili Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara guna menghindari potensi spekulasi pasar terkait dugaan intervensi pemerintah terhadap independensi otoritas moneter.

Purbaya mengatakan, semula ia berencana hadir dalam RDG BI. Namun, kehadirannya dikhawatirkan justru memicu polemik dan disalahartikan sebagai campur tangan pemerintah dalam pengambilan kebijakan moneter.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Jadwalkan Sidak 2 Perusahaan China Pengemplang Pajak Pekan Depan

“Tadinya saya mau datang, tapi kalau saya datang ke sana nanti ribut lagi, (disangka) ada hubungannya dengan intervensi pemerintah. Padahal undang-undangnya membolehkan,” ujar Purbaya usai santap siang di sekitar Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).

Bendahara negara itu menjelaskan, pemerintah memang memiliki hak suara dalam RDG BI, namun tidak ikut dalam proses pengambilan keputusan atau voting. Ketentuan tersebut diatur dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

Menurut Purbaya, kehadiran perwakilan Kementerian Keuangan dalam RDG BI bertujuan untuk menyinkronkan bauran kebijakan fiskal dan moneter, terutama dalam merespons dinamika ekonomi terkini.

Ia menegaskan pentingnya keselarasan arah kebijakan antara pemerintah dan bank sentral. “Saya ingin lihat isi kepala orang moneter seperti apa, sehingga kebijakan kita bisa lebih searah,” katanya.

Terkait mandat yang diberikan kepada Suahasil Nazara, Purbaya menyebut tidak ada arahan khusus. Ia memberikan keleluasaan penuh kepada Suahasil untuk memantau jalannya diskusi, terutama mengenai faktor-faktor fundamental yang menjadi pertimbangan Bank Indonesia sebelum menetapkan kebijakan suku bunga.

Baca Juga: Menhub Beberkan Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 IAT

Purbaya menilai informasi yang diperoleh langsung dari forum RDG jauh lebih akurat dibandingkan pernyataan publik. Dengan demikian, pemerintah dapat menyesuaikan kebijakan fiskal secara lebih presisi.

“Saya bilang, suka-suka lu ngomong apa saja, cuma monitor diskusi di sana seperti apa. Apa faktor-faktor yang dianggap penting,” ujarnya.

Adapun Suahasil dijadwalkan menghadiri RDG BI pada hari kedua, Rabu (21/1/2026). Meski undangan berlaku untuk dua hari, Purbaya menyebut Suahasil memilih hadir pada hari terakhir karena pembahasannya dinilai lebih strategis dan krusial dibandingkan hari pertama.

Selanjutnya: Kementerian PU: Proyek Giant Sea Wall di Jakarta Bakal Groundbreaking pada 2026

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (21/1): Hujan Ekstrem di Provinsi Berikut

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×