kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.705.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 16.973   -20,00   -0,12%
  • IDX 9.135   0,83   0,01%
  • KOMPAS100 1.255   -8,26   -0,65%
  • LQ45 884   -8,74   -0,98%
  • ISSI 334   -0,41   -0,12%
  • IDX30 454   -1,06   -0,23%
  • IDXHIDIV20 538   0,43   0,08%
  • IDX80 140   -1,06   -0,76%
  • IDXV30 149   -0,12   -0,08%
  • IDXQ30 146   -0,09   -0,06%

Menhub Beberkan Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 IAT


Selasa, 20 Januari 2026 / 17:52 WIB
Menhub Beberkan Kronologi Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 IAT
ILUSTRASI. Menhub Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi kecelakaan pesawat KKP. Pukul 12.23 WIB, ATC mengidentifikasi pesawat tidak pada jalur. Simak detailnya. (ANTARA FOTO/Muchtamir)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memaparkan kronologi kecelakaan pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT milik PT Indonesia Air Transport (IAT) dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI.

Pesawat yang dicarter Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tersebut jatuh di wilayah perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan.

Menhub menjelaskan, peristiwa bermula pada Sabtu (17/1) pukul 08.08 WIB saat pesawat tinggal landas dari Yogyakarta menuju Makassar dengan manifest 10 orang, terdiri dari 7 awak dan 3 penumpang dari kementerian.

Pada pukul 12.23 WIB, pesawat diarahkan oleh petugas ATC Makassar (MATSC) untuk melakukan pendekatan ke landasan pacu Runway 21 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.

Baca Juga: Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros, Komisi V DPR Endus Kabar Kerusakan Mesin

"Pukul 12.23, ATC mengidentifikasi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya dan memberikan arahan koreksi posisi, namun komunikasi terputus atau lost contact," ujarnya di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Setelah dinyatakan hilang kontak, operasi pencarian terpadu dimulai pada Minggu (18/1) pagi dengan mengerahkan drone TNI AU di wilayah Gunung Bulusaraung. Tim SAR gabungan berhasil mengidentifikasi serpihan jendela dan badan pesawat pada ketinggian tersebut secara visual.

Dudy melaporkan perkembangan terbaru terkait evakuasi korban di lapangan. Setelah sebelumnya ditemukan satu jenazah laki-laki, tim kembali menemukan satu jenazah korban lainnya pada Senin (19/1) kemarin.

"Terakhir kami dilaporkan bahwa kemarin ditemukan lagi satu jenazah korban dari pesawat yang berjenis kelamin perempuan," kata Dudy.

Dudy mengakui, proses evakuasi dan pencarian di lokasi kejadian menghadapi tantangan berat. Selain faktor cuaca hujan dan awan tebal, kondisi geografis di Gunung Bulusaraung tergolong ekstrem.

"Medan di sana cukup terjal dengan kemiringan hampir 70–80 derajat dengan kondisi licin dan hujan, sehingga menyulitkan tim penyelamat," tuturnya.

Dia bilang, hingga saat ini tercatat ada sekitar 1.200 personel gabungan yang dikerahkan dalam upaya pencarian di lokasi tersebut.

Baca Juga: Serpihan Pesawat ATR 42-500 Ditemukan, Investigasi Menjadi Kewenangan KNKT

Terkait puing pesawat, Dudy menyampaikan seluruh bagian yang ditemukan akan dikumpulkan di Lanud Hasanuddin untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut oleh pihak berwenang.

Mengenai penyebab pasti kecelakaan, Dudy menegaskan pihaknya masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hingga saat ini, proses pengumpulan data di lapangan masih terus berjalan.

Satu hal krusial yang menjadi catatan dalam rapat tersebut adalah status perangkat pencatat data penerbangan (black box). Dudy mengonfirmasi bahwa hingga saat ini benda tersebut belum berhasil dievakuasi dari lokasi jatuh.

"Sampai pagi tadi kami belum dilaporkan apakah sudah ditemukan atau tidak black box-nya," tandasnya.

Selanjutnya: Pramono: Stasiun Harmoni MRT Akan Jadi TOD Paling Ramai di Pusat Jakarta

Menarik Dibaca: Hasil Daihatsu Indonesia Masters 2026, 3 Unggulan di Sektor Ganda Bertumbangan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×