Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akhirnya angkat bicara terkait pencopotan dua pejabat eselon I di lingkungan Kementerian Keuangan, yakni Direktur Jenderal Anggaran Luky Alfirman serta Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal, Febrio Nathan Kacaribu.
Purbaya mengakui bahwa pergantian tersebut tidak lepas dari dinamika internal, salah satunya adanya bawahan yang membangkang saat menerima arahan dari atasan.
Ia juga menyinggung adanya berbagai informasi yang disebar oleh pihak internal Kementerian Keuangan, yang dinilai tidak akurat dan berpotensi merusak kredibilitas pemerintah. Salah satunya adalah kabar yang menyebut kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dalam keadaan kritis.
Baca Juga: Ekonomi RI Masuk Survival Mode, Purbaya: Tak Ada Ruang Kelalaian Pajak
"Yang pertama katanya uangnya cuma tiga minggu habis. Terus sekarang keluar lagi tinggal Rp 120 triliun (SAL)," kata Purbaya dalam Media Briefing di Jakarta, Jumat (24/4).
Purbaya juga mendengar beredarnya informasi dari internal yang dinilainya tidak akurat, termasuk narasi yang menyebut dirinya tertutup, tidak mampu berbahasa Inggris, hingga disarankan untuk tidak bertemu investor.
Menurut Purbaya, penyebaran informasi yang tidak valid tersebut menjadi salah satu alasan perlunya pembenahan di internal kementerian.
"Itu dari internal. Jadi kita rapikan sedikit," terang Purbaya.
Adapun, Purbaya menetapkan Ferry Ardiyanto sebagai pelaksana harian (Plh) Direktur Jenderal Stabilitas Ekonomi dan Fiskal,serta Sudarto sebagai Plh Direktur Jenderal Anggaran.
Baca Juga: MNC Ajukan Banding Atas Vonis Rp 531 Miliar, Sengketa Jusuf Hamka vs Hary Tanoe Panas
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













