Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indonesia dan India sepakat memperkuat kerja sama di bidang teknologi dengan memanfaatkan besarnya potensi generasi muda di kedua negara.
Kesepakatan itu diwujudkan melalui penguatan kolaborasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), telekomunikasi, infrastruktur publik digital, hingga pengembangan ekosistem startup.
Hal itu disampaikan Perdana Menteri India Narendra Modi dalam joint press statement bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: PM Modi dan Prabowo Akan Luncurkan Proyek Konservasi Candi Prambanan Besok Rabu (8/7)
Modi mengatakan, abad ke-21 merupakan era yang digerakkan oleh teknologi. Menurut dia, Indonesia dan India memiliki modal besar berupa populasi anak muda yang memiliki minat tinggi terhadap perkembangan teknologi.
“Abad ke-21 adalah abad yang digerakkan oleh teknologi. India dan Indonesia merupakan negara yang dipenuhi energi generasi muda. Kaum muda kita memiliki minat yang besar terhadap teknologi,” ujar Modi.
Karena itu, kedua negara menandatangani kesepakatan untuk meningkatkan kerja sama di bidang kecerdasan buatan (AI), telekomunikasi, dan infrastruktur publik digital.
Selain itu, Indonesia dan India juga sepakat memperdalam kerja sama pengembangan startup guna mendorong lahirnya inovasi dan memperkuat ekonomi digital di kedua negara.
Modi juga mengungkapkan India berencana membuka kampus Indian Institute of Management (IIM) Bengaluru di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kerja sama pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di bidang teknologi dan bisnis.
Di sektor antariksa, kedua negara turut menyepakati peningkatan kerja sama melalui riset bersama, berbagi teknologi, serta pembangunan kapasitas untuk mendukung pengembangan teknologi ruang angkasa.
Tak hanya itu, India dan Indonesia juga mencapai kesepakatan memperkuat rantai pasok mineral kritis dan baja. Perusahaan dari kedua negara mulai menjalin kemitraan dalam pengembangan industri baja nirkarat (stainless steel) dan magnet tanah jarang (rare earth magnets).
Baca Juga: Cadangan Devisa Indonesia Naik Menjadi US$ 145,6 Miliar pada Juni 2026
Pada sektor keuangan digital, Modi mengatakan sistem pembayaran digital India atau Unified Payments Interface (UPI) akan diintegrasikan dengan sistem pembayaran digital Indonesia. Langkah tersebut diharapkan mempermudah transaksi masyarakat maupun pelaku usaha kedua negara.
Menurut Modi, berbagai kesepakatan yang dicapai menunjukkan hubungan Indonesia dan India telah memasuki babak baru yang lebih erat, tidak hanya dalam perdagangan dan investasi, tetapi juga pada pengembangan teknologi dan inovasi.
"Saat ini kerja sama semakin meningkat. Kita menempuh kerja sama yang penting di sektor pertahanan, pembangunan, teknologi, budaya dan juga pendidikan," tegas Modi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- ekonomi digital Indonesia
- magnet tanah jarang
- Kerja Sama Indonesia India
- Teknologi Indonesia India
- AI Indonesia India
- Startup Indonesia India
- Kampus IIM Bengaluru Indonesia
- UPI Indonesia India
- Pembayaran Digital Lintas Negara
- Mineral Kritis Indonesia India
- Industri Baja Nirkarat
- Sektor Antariksa Indonesia














