kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45749,52   23,69   3.26%
  • EMAS920.000 0,66%
  • RD.SAHAM 0.55%
  • RD.CAMPURAN 0.20%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Psikolog Sarlito Wirawan tutup usia


Selasa, 15 November 2016 / 07:24 WIB

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Psikolog Sarlito Wirawan Sarwono meninggal di Rumah Sakit PGI Cikini, Jakarta Pusat, pukul 22.18 WIB, Senin (14/11).

Sarlito dikenal sebagai psikolog cakap yang menghasilkan banyak karya. Dia juga menjadi andalan kepolisian untuk memecahkan sejumlah kasus pidana.

Sepekan sebelum meninggal Sarlito sempat dimintai pendapat soal dugaan kasus penistaan agama yang menyeret Gubernur nonaktif DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama.

Sarlito Wirawan lahir di Purwokerto, 2 Februari 1944. Dia meraih gelar sarjana psikologi dari Universitas Indonesia pada 1968.

Lalu, dia meneruskan studinya ke Universitas Edinburg di Skotlandia dan Universitas Leiden di Belanda. Sarlito juga meraih gelar doktor dari Universitas Indonesia. Almarhum menjadi Guru Besar Fakultas Psikologi UI pada 1991.

Sarlito mengajar di Fakultas Psikologi UI sejak 1968. Psikolog yang dikenal ramah ini juga sempat menjadi konsultan di beberapa perusahaan swasta dan lembaga pemerintah.

Penerima penghargaan Satyalencana Dwidyasistha dari Menteri Pertahanan dan Keamanan ini menerjemahkan dan menulis banyak buku bertema psikologi.

Ayah dua putra dan satu putri itu juga aktif di sejumlah organisasi, antara lain Himpunan Psikologi Indonesia, International Council of Psychologist (ICP), Society of Psychological Studies on Social Issues (SPSSI), Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Ikatan Sarjana Psikologi Indonesia.

Pria yang akrab dipanggil Ito ini juga sempat menjabat Dekan Fakultas Psikologi UI periode 1997-2004, selain juga aktif mengajar sebagai dosen.

Selain di dalam negeri, Sarlito juga berkesempatan menjadi dosen tamu di beberapa kampus di luar negeri. Antara lain di Unviersity of Nijmegen Belanda pada 1996 dan Cornell University Amerika Serikat pada 1996.

Sarlito kerap dimintai pendapat sebagai ahli dalam sejumlah kasus pidana.

Terakhir, publik mengenalnya saat menjadi ahli dalam persidangan kasus kematian Wayan Mirna Salihin dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, September lalu. Sarlito saat itu dihadirkan oleh jaksa penuntut umum. (Krisiandi)

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×