kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.946   -27,00   -0,15%
  • IDX 5.989   105,38   1,79%
  • KOMPAS100 778   14,24   1,86%
  • LQ45 589   10,51   1,82%
  • ISSI 207   3,64   1,79%
  • IDX30 333   6,10   1,86%
  • IDXHIDIV20 409   6,57   1,63%
  • IDX80 88   1,62   1,88%
  • IDXV30 111   2,00   1,84%
  • IDXQ30 107   1,90   1,81%

Proyek PPP air minum Umbulan dan KA Bandara jadi pilot project


Minggu, 16 Januari 2011 / 12:58 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Pemerintah tetapkan dua dari lima proyek public private partnership (PPP) yang sudah showcase, menjadi proyek percontohan (pilot project) prioritas untuk direalisasikan.

Dua proyek itu adalah penyediaan sarana air minum Umbulan di Jawa Timur, dan pembangunan Kereta Api Manggarai-Bandara Soekarno Hatta.

"Itu sudah disetujui dan diputuskan Wakil Presiden Boediono," kata Deputi bidang sarana dan prasarana Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN), Dedy Priatna, akhir pekan lalu.

Dedy menuturkan, saat ini dokumen kelengkapan dua proyek tersebut sedang diproses dan diharapkan bisa dipercepat penyelesaiannya. Sehingga, pendaftaran tender atau ekspression of interest (EOI) proyek Umbula bisa terlaksana di akhir Februari 2011. Sementara untuk jadwal tender pada Agustus.

Sementara, untuk proyek kereta api bandara, hingga pertengahan tahun masih dilakukan review desain untuk pematangan konsep pembangunan. Adapun, EOI akan dilakukan pada Juni-Juli, dan tender sekitar Oktober tahun ini.

Menurut Dedy, pemerintah sejatinya memperoleh dana hibah dari Jepang dan Australia untuk mempersiapkan proyek tersebut. Namun, pemerintah memilih untuk menggunakan anggaran Negara yang dialokasikan melalui PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) agar tidak ada salah persepsi dari investor lainnya.

"Kita keluarkan dana untuk dua proyek itu sekitar Rp 50 miliar- Rp 80 miliar melalui PT SMI," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×