kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.948   4,00   0,02%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

Program Hilirisasi Diprediksi Serap Jutaan Lapangan Kerja, Kesiapan SDM Masih Jadi PR


Jumat, 26 Juni 2026 / 12:36 WIB
Program Hilirisasi Diprediksi Serap Jutaan Lapangan Kerja, Kesiapan SDM Masih Jadi PR
ILUSTRASI. Program hilirisasi pemerintah diproyeksikan dapat membuka jutaan lapangan kerja baru. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Program hilirisasi pemerintah diproyeksikan dapat membuka jutaan lapangan kerja baru. 

Hal itu ditegaskan dalam rilis Outlook Ketenagakerjaan tahun 2026 yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, dikutip pada Jumat (26/6/2026). 

Dalam dokumen tersebut dijelaskan bahwa kebutuhan tenaga kerja menunjukkan permintaan signifikan, yaitu 2,76 juta tenaga kerja di sektor mineral dan batubara, 153.000 tenaga kerja di sektor perkebunan dan kehutanan, 66.000 tenaga kerja pada sektor minyak dan gas, serta 121.000 tenaga kerja pada sektor perikanan. 

Baca Juga: Kemenhaj Dorong Revisi UU Haji, BPKH Diminta Fokus Perbesar Nilai Manfaat

Namun begitu, Kemnaker menyoroti kesiapan sumber daya manusia (SDM) tanah air untuk mengisi beberapa jenis pekerjaan di sektor tersebut. 

"Kesiapan tenaga kerja nasional masih belum memadai untuk mengisi struktur pekerjaan ini, terutama terkait ketersediaan tenaga ahli metalurgi, kimia industri, otomatisasi proses produksi, instrumentasi, dan K3 industri," tulis dokumen tersebut. 

Menurutnya, hambatan utama dalam menyiapkan SDM terletak pada rendahnya kualitas lembaga vokasi di daerah tambang, minimnya penguasaan teknologi proses, dan terbatasnya kapasitas penelitian dan pengembangan (R&D) dalam negeri. 

"Tanpa intervensi strategis, gap kompetensi ini berpotensi menimbulkan peningkatan penggunaan tenaga kerja asing pada posisi teknis–menengah, sehingga mengurangi manfaat hilirisasi terhadap pembangunan SDM lokal," jelasnya. 

Sebelumnya, Menteri Investasi sekaligus CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani menyampaikan jumlah investasi untuk proyek hilirisasi pada tahun 2025 meningkat 43,3% jika dibandingkan dengan jumlah investasi sepanjang 2024. 

"Even though mostly masih di mineral. Tetapi yang saya ingin sampaikan hilirisasi ini ini ternyata tidak hanya disumbangkan oleh mineral, tetapi kita juga mendorong hilirisasi dari perkebunan dan kehutanan seperti di kelapa sawit, kayu log, karet," ungkap Rosan saat agenda Indonesia Economic Outlook 2026, di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (13/2/2026).

Baca Juga: Kemenkeu Terbitkan Sukuk Lewat Skema Private Placement, Himpun Dana Rp 11,5 Miliar

Adapun hingga saat ini Kementerian Investasi telah melakukan kerjasama dengan Sovereign Wealth Fund lainnya, seperti dengan China Investment Corporation (CIC)  sebesar US$ 1 miliar, dengan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) US$ 1 miliar, dengan Qatar Investment Authority (QIA) US$ 4 miliar, dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) sebesar US$ 4 miliar. 

"Dan kita mendapatkan fasilitas bergulir, Alhamdulillah sebagai bentuk berkepercayaan ada 4 bank ini, kurang lebih US$ 10 miliar," tambahnya.  

Tahun ini, melalui Danantara, Rosan bilang dia akan melanjutkan proyek hilirisasi dengan total 20 program. Adapun, pada awal Februari 2026 lalu, pemerintah telah melakukan ground breaking atas 6 proyek hilirisasi. 

"Proyek hilirisasi yang on the pipeline, yang di mana dari total 20 program hilirisasi ini, 6-7 sudah dimulai sejak minggu lalu," kata dia.

Adapun, berdasarkan perhitungan Danantara investasi atas 20 proyek itu akan mencapai US$ 26 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×