kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -50.000   -1,86%
  • USD/IDR 17.867   -20,00   -0,11%
  • IDX 6.394   -55,70   -0,86%
  • KOMPAS100 825   -5,54   -0,67%
  • LQ45 627   -3,56   -0,56%
  • ISSI 224   -2,66   -1,17%
  • IDX30 351   -1,55   -0,44%
  • IDXHIDIV20 428   -1,09   -0,25%
  • IDX80 94   -0,66   -0,69%
  • IDXV30 119   -0,38   -0,32%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,55%

BNPB Update Gempa NTT: Korban Meninggal 71 Orang, Pengungsi 59.647 Jiwa


Rabu, 19 Agustus 2026 / 18:43 WIB
BNPB Update Gempa NTT: Korban Meninggal 71 Orang, Pengungsi 59.647 Jiwa
ILUSTRASI. Evakuasi korban gempa NTT (ANTARA FOTO/FIKRI YUSUF)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data dampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026). 

Hingga Rabu (19/8/2026), jumlah korban meninggal dunia tercatat mencapai 71 orang, sementara 59.647 orang masih mengungsi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan terdapat tambahan satu korban meninggal dunia yang tercatat di Kabupaten Nagekeo.

Baca Juga: Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT

“Kami segenap pemerintah maupun dari kementerian lembaga yang ada bersama-sama saat ini mengucapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya keluarga kita yang saat ini ada di tempat-tempat pengungsian maupun daerah terdampak di NTT ini,” ujar Berton dalam konferensi pers yang disiarkan secara daring melalui Youtube BNPB, Rabu (19/8/2026).

Sementara itu, jumlah pengungsi tercatat mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 20.003 orang.

Berton menjelaskan, tingginya jumlah pengungsi antara lain dipengaruhi kondisi rumah warga yang mengalami kerusakan serta kekhawatiran terhadap potensi gempa susulan.

“Penanganan pengungsi saat ini menjadi salah satu fokus utama kami karena sebagian masyarakat memilih untuk tidak kembali ke rumah terutama karena kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap gempa susulan,” katanya.

BNPB memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terus menjadi prioritas penanganan.

Baca Juga: Kemenkes Dirikan 2 RS Lapangan untuk Pulihkan Layanan Kesehatan Pascagempa NTT

Kebutuhan tersebut meliputi makanan dan minuman, air bersih, tenda dan tempat tinggal sementara, matras dan selimut, layanan kesehatan, sanitasi serta kebutuhan kelompok rentan.

Namun, distribusi bantuan masih menghadapi tantangan karena pengungsi tidak seluruhnya berada di lokasi terpusat. Sebagian warga memilih bertahan di sekitar rumah masing-masing untuk menjaga keamanan harta benda maupun ternak.

“Penanganan pengungsi tidak hanya dilakukan di satu lokasi terpusat, karena banyak masyarakat tersebar di beberapa titik, terutama di dekat rumah masing-masing karena ada alasan keamanan harta benda maupun ternak yang mereka pelihara,” ujar Berton.

Kondisi tersebut membuat petugas membutuhkan waktu lebih panjang untuk mendata sekaligus menyalurkan bantuan kepada warga yang membutuhkan. Oleh karena itu, BNPB mendorong pemerintah daerah memperkuat posko dan satuan tugas di wilayah terdampak.

Baca Juga: BNPB Klaim Listrik dan Jaringan Komunikasi Terdampak Gempa NTT Nyaris Pulih 100%

Di tengah proses penanganan tersebut, BNPB meminta masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan pemerintah daerah serta petugas di lapangan. Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarluaskan informasi yang belum jelas sumbernya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×