kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Produsen pilih tiga gambar 'seram' bungkus rokok


Minggu, 11 Mei 2014 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Hingga tutup tahun ini, penjualan semen INTP masih bisa tumbuh 2%-4%. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj/foc/17.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pada Juni mendatang, produsen diwajibkan menyertakan gambar-gambar peringatan bahaya merokok di bungkus rokok produksinya.

Gambar peringatan bahaya merokok yang harus ditampilkan di bungkus rokok itu, antara lain, gambar kanker mulut, gambar perokok dengan asap yang membentuk tengkorak, kanker tenggorokan, gambar orang merokok dekat dengan anaknya, dan gambar paru-paru menghitam karena kanker.

“Dari lima gambar itu, kami sudah meminta pengusaha untuk memilih dan hasilnya kebanyakan memilih  tiga gambar yang akan digunakan,” ujar Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, dikantornya, Rabu (7/4).

Ketiga gambar tersebut adalah gambar rokok membunuhmu, kanker tenggorokan dan paru-paru yang menghitam.

Nafsiah menambahkan, di luar negeri, para produsen rokok juga sudah menampilkan gambar seram pada bungkus rokok mereka.

“Kalau hanya memakai kata-kata tidak akan berpengaruh, memakai gambar seram memamng tujuannya menakuti,” ujar Menkes.

Gambar seram pada bungkus rokok ini merupakan bagian dari PP nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.  

Sebagian besar negara sudah menerapkan gambar seram di bungkus rokoknya dan Indonesia akan menyusul. Gambar peringatan harus dipasang 40 persen dari total keseluruhan kemasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×