kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Produsen pilih tiga gambar 'seram' bungkus rokok


Minggu, 11 Mei 2014 / 13:30 WIB
ILUSTRASI. Hingga tutup tahun ini, penjualan semen INTP masih bisa tumbuh 2%-4%. ANTARA FOTO/Makna Zaezar/wsj/foc/17.


Reporter: Risky Widia Puspitasari | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pada Juni mendatang, produsen diwajibkan menyertakan gambar-gambar peringatan bahaya merokok di bungkus rokok produksinya.

Gambar peringatan bahaya merokok yang harus ditampilkan di bungkus rokok itu, antara lain, gambar kanker mulut, gambar perokok dengan asap yang membentuk tengkorak, kanker tenggorokan, gambar orang merokok dekat dengan anaknya, dan gambar paru-paru menghitam karena kanker.

“Dari lima gambar itu, kami sudah meminta pengusaha untuk memilih dan hasilnya kebanyakan memilih  tiga gambar yang akan digunakan,” ujar Menteri Kesehatan, Nafsiah Mboi, dikantornya, Rabu (7/4).

Ketiga gambar tersebut adalah gambar rokok membunuhmu, kanker tenggorokan dan paru-paru yang menghitam.

Nafsiah menambahkan, di luar negeri, para produsen rokok juga sudah menampilkan gambar seram pada bungkus rokok mereka.

“Kalau hanya memakai kata-kata tidak akan berpengaruh, memakai gambar seram memamng tujuannya menakuti,” ujar Menkes.

Gambar seram pada bungkus rokok ini merupakan bagian dari PP nomor 109 tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan yang Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan.  

Sebagian besar negara sudah menerapkan gambar seram di bungkus rokoknya dan Indonesia akan menyusul. Gambar peringatan harus dipasang 40 persen dari total keseluruhan kemasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

[X]
×