kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Presiden Lukashenko Klaim Kerja Sama RI-Belarus Capai Kesepakatan Jutaan Dolar AS


Kamis, 02 Juli 2026 / 17:43 WIB
Presiden Lukashenko Klaim Kerja Sama RI-Belarus Capai Kesepakatan Jutaan Dolar AS
ILUSTRASI. Presiden Belarus Alexander Lukashenko (Andrei Stasevich/BelTA via REUTERS)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTAPresiden Belarus Alexander Lukashenko menyatakan kunjungan kenegaraannya ke Indonesia menghasilkan sejumlah kesepakatan kerja sama bernilai jutaan dolar Amerika Serikat (AS). Kesepakatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Minsk pada tahun lalu.

Hal itu disampaikan Lukashenko dalam pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7).

“Saya merasa sangat puas karena setelah kunjungan Presiden Indonesia ke Minsk, pembicaraan yang kami lakukan, serta kerja keras para menteri, para ahli, dan kalangan dunia usaha dari kedua negara, hari ini kita telah mencapai sejumlah kesepakatan bernilai jutaan dolar,” ujar Lukashenko.

Baca Juga: Belarus Buka Peluang Fasilitas Bebas Visa & Konektivitas Penerbangan dengan RI

Ia mengatakan capaian tersebut bukan hasil dari pembahasan yang dilakukan secara mendadak. Menurutnya, kedua negara telah mempersiapkan kunjungan tersebut sejak tahun lalu setelah pertemuan dengan Presiden Prabowo di Belarus.

“Kunjungan ini telah kami rencanakan bersama Presiden Indonesia sejak tahun lalu. Saya menyampaikan hal ini agar masyarakat Belarus memahami bahwa kunjungan ini bukanlah sesuatu yang spontan, melainkan telah dipersiapkan sejak lama,” katanya.

Lukashenko menambahkan Indonesia dan Belarus juga telah meluncurkan roadmap kerja sama yang akan menjadi acuan pengembangan hubungan bilateral hingga 2030. Menurutnya, implementasi berbagai proyek dalam peta jalan tersebut mulai dijalankan melalui kunjungan kenegaraan kali ini.

Ia optimistis hubungan perdagangan kedua negara akan terus berkembang. Namun, menurutnya, tujuan utama kerja sama Indonesia dan Belarus tidak hanya meningkatkan nilai perdagangan, tetapi juga mendorong transfer teknologi.

“Setelah kunjungan ini, perdagangan antara kedua negara akan semakin berkembang. Namun, yang paling penting bukan sekadar perdagangan, melainkan transfer teknologi,” ujarnya.

Lukashenko mengatakan Belarus siap mendukung agenda pembangunan Indonesia melalui penyediaan teknologi, mekanisasi pertanian, hingga pengembangan industri. Belarus juga membuka peluang pembentukan perusahaan patungan (joint venture) agar proses transfer teknologi dapat berlangsung lebih optimal.

Menurutnya, Belarus memiliki pengalaman di bidang pertanian modern, industri, kendaraan, traktor, hingga peralatan berat yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program pembangunan Indonesia, terutama di sektor ketahanan pangan.

“Kami tidak hanya siap memasok teknologi, tetapi juga berbagi pengetahuan, melatih tenaga kerja Indonesia, dan membantu pengembangan industri di Indonesia sehingga masyarakat Indonesia memperoleh manfaat langsung,” katanya.

Selain itu, Belarus juga menyatakan kesiapan untuk memasok berbagai komoditas pangan, termasuk produk susu dan daging, sekaligus membantu pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan tenaga profesional.

Lukashenko menegaskan tidak ada sektor yang tertutup bagi kerja sama Indonesia dan Belarus. Menurutnya, kedua negara memiliki peluang besar memperluas kolaborasi mulai dari ketahanan pangan, industri manufaktur, hingga pengembangan teknologi tinggi.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subinato memastikan akan melakukan kunjungan balasan ke Belarus setelah menerima kunjungan kenegaraan Presiden Belarus di Istana Merdeka hari jni. 

Menurutnya, kunjungan balasan itu diharapkan semakin mempererat hubungan diplomatik sekaligus memperluas kerja sama antara Indonesia dan Belarus.

“Yang Mulia Presiden Lukashenko, sekali lagi saya ingin menyampaikan apresiasi dan penghargaan atas kunjungan kenegaraan Yang Mulia untuk kedua kalinya ke Indonesia. Tentunya saya juga akan membalas kunjungan ini,” ujar Prabowo.

Prabowo juga berharap peluncuran Roadmap Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 akan menjadi panduan pengembangan hubungan bilateral kedua negara dalam lima tahun kedepan. 

Baca Juga: Perkuat Kemitraan Strategis, RI - Belarus Sepakati Tujuh Kerja Sama Prioritas

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×