Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengklaim industri pertahanan nasional mulai bangkit setelah pemerintah menghentikan rencana penjualan sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) strategis di sektor tersebut.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah menargetkan menutup 800 BUMN yang tidak efisien hingga akhir 2026. Saat ini, pemerintah telah menutup 240 BUMN dan jumlahnya ditargetkan bertambah menjadi 250 pada akhir Juli. Menurutnya, penataan tersebut telah menghasilkan penghematan hampir Rp70 triliun dari biaya direksi dan overhead.
Prabowo mengatakan sebelumnya terdapat sejumlah perusahaan strategis yang direncanakan untuk dijual kepada pihak asing. Namun, pemerintah memutuskan mempertahankan perusahaan-perusahaan tersebut dan berupaya mengembangkannya.
Baca Juga: Prabowo Minta Kepala Daerah Awasi Dapur MBG, Akui Ada yang Nyusup Jadi Maling
"Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual, tadinya mau dijual ke asing saya larang. Tadinya industri pertahanan mau dijual. PT PAL mau dijual, PT Pindad mau dijual, PTDI dibunuh mau dijual. Kita bangkitkan sekarang kita akan bangkitkan semua perusahaan-perusahaan itu," ujar Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting di Nusa Tenggara Barat (NTB) bersama empat bendungan lainnya, mengutip dari youtube Sekertariat Presiden, Jumat (10/7).
Ia menambahkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri mulai meningkat. Menurutnya, PT Penataran Angkatan Laut (PAL) kini telah mampu memproduksi kapal perang hingga kapal selam, sementara PT Pindad juga memperoleh kontrak dari Arab Saudi untuk memproduksi senapan dan senapan mesin bagi militer negara tersebut.
Selain itu, Prabowo juga menyinggung prestasi prajurit TNI dalam berbagai kompetisi menembak internasional. Ia menilai capaian tersebut menunjukkan kualitas sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing apabila didukung perlengkapan, pelatihan, dan kepemimpinan yang memadai.
"Artinya prajurit Indonesia dikasih perlengkapan yang tepat, makan yang nggak dikorupsi, dikasih komandan yang baik, dikasih peluru yang cukup latihan, dia juara. Juara antara tentara terbaik di dunia," katanya.
Baca Juga: Jadi Pemungut Pajak Layanan Premium, Strava Sebut Tak Ada Kenaikan Biaya Langganan
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














