Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memastikan kecukupan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi hingga lebaran mendatang.
Bahlil mengatakan bahwa pemerintah telah mendapatkan kepastian stok BBM dari negara Asia Tenggara dan mengandalkan produksi dalam negeri.
"Kita tidak ada masalah lagi dengan Timut Tengah karena kita cuma impor minyak mentahnya sementara minyak jadinya kita impor dari negara Asia Tenggara," kata Bahlil di Istana Kepresidenan, Selasa (10/3/2026).
Untuk itu, Bahlil menghimbau kepada masyarakat untuk tak perlu panic buying apalagi menimbun stok BBM berlebihan.
Baca Juga: Lantik 1.585 Pejabat, Purbaya Minta Aparat Kemenkeu Jaga Kepercayaan Publik
Menurut Bahlil, stok yang tersisa sampai 21 hari itu adalah stok yang ada di gudang. Namun, menurutnya pasokan itu akan terus bertambah seiring dengan produksi dan impor yang terus berjalan.
"Jadi yang dimaksud stok sampai 21 hari itu adalah (kapasitas) storage kita, tapi itu kan dia habis pergi terus datang lagi karena industri dan impor kita jalan terus," ungkapnya.
Senada, PT Pertamina (Persero) melalui PT Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa stok bahan bakar minyak atau BBM Indonesia saat ini dalam kondisi aman dan terkendali.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV. Dumatubun menyampaikan, stok BBM Indonesia yang berada pada kisaran sekitar 21 hari menunjukkan bahwa pasokan operasional yang secara normal dikelola dalam sistem logistik energi nasional guna menjamin kelancaran distribusi energi ke seluruh wilayah Indonesia.
"Stok sekitar 21 hari yang dikelola Pertamina Patra Niaga merupakan stok BBM yang secara normal selalu dijaga dalam sistem logistik energi nasional," kata dia, dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (7/3/2026).
Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Gejolak Global Bikin Seleksi Pimpinan OJK Dipercepat
Roberth menambahkan, pasokan operasional tersebut merupakan pasokan BBM yang disimpan dan sudah memenuhi kapasitas penimbunan BBM secara nasional untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat
Jumlah pasokan bisa bersifat dinamis dan terus diperbarui atau dipenuhi kembali sesuai dengan kebutuhan konsumsi energi masyarakat.
"Stok ini terus dilakukan top-up/refill atau penambahan produk melalui produksi dari kilang domestik maupun pengadaan impor yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya, secara rutin berkala juga dilakukan sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan BBM,” kata Roberth.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













