kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.836.000   17.000   0,93%
  • USD/IDR 16.720   -165,00   -1,00%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Prabowo Instruksikan Kabinetnya Pertajam Data Penerima Subsidi dalam Dua Minggu


Rabu, 30 Oktober 2024 / 20:32 WIB
Prabowo Instruksikan Kabinetnya Pertajam Data Penerima Subsidi dalam Dua Minggu
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto meminta para menteri memperhatikan data penerima subsidi agar tepat sasaran.


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri hingga Direktur Utama Pertamina dan Direktur Utama PLN untuk rapat membahas subsidi di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10).

Prabowo meminta para menteri memperhatikan data penerima subsidi agar tepat sasaran.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan, Hasan Nasbi mengatakan, rapat terbatas membahas sesuatu yang spesifik tentang arahan Presiden Prabowo. Yakni agar dikaji dan dipertajam mengenai subsidi supaya tepat sasaran, tepat penerima, dan tepat alokasinya.

"Ini soal kebijakan energi," ujar Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (30/10).

Baca Juga: Menimbang Konsekuensi Otak-Atik Subsidi Energi di Era Pemerintahan Prabowo

Selain energi, Hasan bilang, segala macam subsidi juga dibahas. Subsidi itu nanti akan diberikan supaya lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.

Saat ini, pemerintah tengah mempertajam data-data supaya masyarakat yang menerima tepat. "(Besarannya) Masih dikaji, perintah beliau dalam waktu dua minggu diselesaikan," ucap Hasan.

Adapun terkait sinkronisasi data, Hasan mengatakan, seluruh kementerian akan terlibat dan Badan Pusat Statistik (BPS) akan menjadi leading sector data yang digunakan.

"Sudah ditunjuk tadi data disiapkan BPS. Seluruh kementerian terlibat, tapi leading sektor BPS," terang Hasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×