kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Prabowo: Indonesia Tak Akan Makmur Jika Korupsi Masih Merajalela


Jumat, 10 Juli 2026 / 17:45 WIB
Prabowo: Indonesia Tak Akan Makmur Jika Korupsi Masih Merajalela
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (AFP/LUDOVIC MARIN)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang lebih makmur. Menurutnya, praktik korupsi dan kebocoran anggaran menjadi penghambat utama pembangunan nasional.

Prabowo mengatakan pemerintah akan terus menegakkan hukum terhadap pelaku korupsi. Ia mengakui kerap menahan diri dalam menyampaikan pandangannya di depan publik, namun menegaskan proses penegakan hukum tetap akan berjalan sesuai aturan.

“Tapi harus sesuai prosedur hukum. Kita laksanakan. Kita, akan tegakkan hukum, Saudara-saudara. Dan hukum itu untuk semua, bukan untuk hanya orang kuat saja. Bukan hanya hukum untuk orang kaya saja," kata Prabowo saat meresmikan 5 bendungan di NTB, mengutip dari youtube sekertariat presiden, Jumat (10/7/2026).

Ia menilai upaya pemberantasan korupsi harus berjalan beriringan dengan efisiensi pengelolaan anggaran negara. Menurutnya, penghematan belanja dan penutupan kebocoran menjadi kunci agar manfaat anggaran dapat dirasakan masyarakat.

Baca Juga: Menaker dan Wamen Dikti Siap Bedah Strategi AI dan Tenaga Kerja di IHCBS 2026

Prabowo mengatakan pemerintah bersama koalisi pendukungnya akan terus berupaya mewujudkan kemakmuran bagi rakyat Indonesia melalui pengurangan, bahkan bila memungkinkan menghapus praktik korupsi. Menurutnya, langkah tersebut dilakukan dengan penghematan dan efisiensi sebagai bagian dari perjuangan menuju Indonesia yang makmur.

Prabowo juga meminta seluruh aparatur negara, mulai dari kementerian, lembaga, hingga birokrasi, melakukan pembenahan dan introspeksi. Ia mengatakan pemerintah tidak ingin terus melihat ke belakang, tetapi meminta seluruh jajaran memperbaiki tata kelola dan tidak mengabaikan keinginan masyarakat agar praktik korupsi serta penipuan dihentikan.

Selain itu, Prabowo mengungkapkan pemerintah mulai membenahi badan usaha milik negara (BUMN) yang selama puluhan tahun dinilai menjadi tempat terjadinya praktik korupsi. Ia mengatakan pemerintah telah menutup ratusan BUMN yang tidak efisien sebagai bagian dari penataan.

Prabowo menegaskan, Indonesia tidak akan mampu menjadi negara makmur apabila korupsi dan kebocoran anggaran masih terus terjadi.

"Indonesia tidak mungkin makmur kalau korupsi masih merajalela. Indonesia tidak mungkin makmur kalau banyak kebocoran," tegasnya.

Baca Juga: Prabowo Sebut Industri Pertahanan Nasional Mulai Bangkit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×