CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 17.544   15,00   0,09%
  • IDX 6.680   1,46   0,02%
  • KOMPAS100 880   2,86   0,33%
  • LQ45 666   1,84   0,28%
  • ISSI 234   -0,26   -0,11%
  • IDX30 370   0,61   0,17%
  • IDXHIDIV20 458   0,82   0,18%
  • IDX80 100   0,38   0,38%
  • IDXV30 128   0,49   0,39%
  • IDXQ30 118   0,20   0,17%

Prabowo: Boleh Kritik Pemerintah, Asal Tetap Jaga Persatuan


Kamis, 10 September 2026 / 08:53 WIB
Prabowo: Boleh Kritik Pemerintah, Asal Tetap Jaga Persatuan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto pada Sidang Tahunan MPR 2026 (REUTERS/Stringer)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan kritik, saran, dan perbedaan pandangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi.

Menurut dia, perbedaan politik tidak semestinya menghilangkan kerukunan dan persahabatan.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat yang digelar di GBK Arena, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Baca Juga: Indonesia Incar Posisi Penentu Harga Komoditas Dunia, Bursa Baru Mulai 2027

Prabowo mengatakan, demokrasi Indonesia memberikan ruang bagi berbagai kelompok untuk memiliki warna dan pandangan politik yang berbeda. Persaingan, kritik, saran hingga rekomendasi, kata dia, merupakan bagian dari proses tersebut.

“Ini demokrasi Indonesia. Dan hari ini, di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna. Bersaing, kritik, menyampaikan saran, memberi rekomendasi. Menyampaikan hal-hal yang mungkin tidak enak untuk disampaikan tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga,” ujar Prabowo.

Menurut Prabowo, sikap saling menghormati menjadi modal penting dalam menjaga kehidupan demokrasi.

Perbedaan pandangan politik tidak seharusnya berkembang menjadi konflik yang menghilangkan persatuan.

“Ini yang harus kita pegang,” tegasnya.

Baca Juga: Bukan Mimpi! Prabowo Sebut Indonesia Bakal Jadi Ekonomi Terbesar Ke-4 Dunia

Prabowo kemudian menyinggung perjalanan politik Partai Demokrat dan dirinya yang sama-sama pernah berada dalam posisi menang maupun kalah dalam kontestasi politik.

Ia mengapresiasi sikap Partai Demokrat yang dinilai tetap menjaga demokrasi ketika berada di luar pemerintahan.

“Partai Demokrat pernah menang, pernah tidak menang. Pernah di puncak, pernah di pemerintahan. Tapi waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” kata Prabowo.

Prabowo juga mengenang perjalanan politiknya yang beberapa kali mengalami kekalahan sebelum akhirnya memenangkan Pemilihan Presiden. Menurut dia, kekalahan merupakan bagian dari proses demokrasi yang harus diterima.

“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi,” tuturnya.

Ia menilai proses politik tersebut menunjukkan bahwa setiap pihak harus siap menerima hasil demokrasi sekaligus tetap memiliki ruang untuk memperjuangkan gagasannya melalui jalur konstitusional.

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menyampaikan apresiasi atas dukungan Partai Demokrat pada Pemilu 2019 dan 2024.

Baca Juga: Dipimpin Low Tuck Kwong, Kekayaan 10 Orang Terkaya RI Melebihi Penerimaan pajak 2027

Menurut dia, dukungan tersebut mencerminkan adanya kesamaan cita-cita dan prinsip dalam membangun Indonesia.

“Karena kita memang punya cita-cita dan prinsip yang sama,” ujar Prabowo.

Prabowo menegaskan demokrasi pada akhirnya harus menjadi sarana untuk berbakti dan mengabdi kepada rakyat. Karena itu, persaingan politik harus tetap ditempatkan dalam kerangka kepentingan bangsa dan persatuan nasional.

“Jadi, kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi,” kata Prabowo.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×