Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengakui masih banyak terjadi penyelundupan Sumber Daya Alam (SDA) pertambangan meskipun penindakan secara hukum terus dilakukan.
Prabowo mengklaim penyelundupan tambang ini merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah setiap bulannya.
"Sampai hari ini penyelundupan masih berjalan. Sudah kita kerahkan angkatan laut. Sudah kita kerahkan Bea Cukai. Sudah kita kerahkan ribuan prajurit. Masih saja," terang Prabowo dalam Kegiatan Munas NU dipantau melalui Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (23/6/2026).
Baca Juga: DPR Evaluasi Penggunaan PMN 2025, KAI, INKA, Pelni dan SMF Diminta Percepat Realisasi
Prabowo mengakui bahwa usaha untuk memberantas penyelundupan tidak mudah, apalagi Indonesia merupakan negara yang dianugerahi SDA melimpah.
Untuk itu, Prabowo tegaskan kunci dalam pemberantasan ini terletak pada pejabat negaranya. "Pemerintah tidak boleh ada korupsi. Ini tidak ringan, tapi apa boleh buat, apa pun harus kita kerjakan agar negara kami selamat," urai Prabowo.
Prabowo menilai tidak ada negara yang selamat jika sumber daya alamnya terus di korupsi. Menurutnya, hal ini juga akan berdampak pada kesejahteraan masyarakatnya. "Kalau sumber dayanya diambil terus. Rakyat banyak yang miskin," terang Prabowo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














