kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.897   15,00   0,08%
  • IDX 6.320   -54,10   -0,85%
  • KOMPAS100 826   -9,36   -1,12%
  • LQ45 628   -5,71   -0,90%
  • ISSI 218   -1,83   -0,83%
  • IDX30 351   -3,13   -0,88%
  • IDXHIDIV20 427   -2,47   -0,58%
  • IDX80 94   -1,01   -1,06%
  • IDXV30 118   -0,80   -0,67%
  • IDXQ30 111   -0,74   -0,66%

PP barang mewah belum diteken Presiden SBY


Jumat, 15 November 2013 / 17:15 WIB
ILUSTRASI. UNTR Terbesar, Ini Saham-saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Tergelincir


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Menteri Keuangan Chatib Basri mengakui, hingga saat ini Peraturan Pemerintah (PP) mengenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) belum juga keluar.

Padahal, kata Chatib, peraturan tersebut sudah dikirim ke Presiden untuk segera ditandatangani. Namun, Chatib mengaku tidak mengetahui penyebab molornya pengesahan PP tersebut

"Pengesahan PP itu kan yang memutuskan bukan saya. Namun, memang, karena bentuknya PP butuh proses lebih lama, karena harus diharmonisasikan antara kementerian/lembaga terkait," ujar Chatib, Jumat (15/11).

Sekadar informasi, awalnya pemerintah berencana mengeluarkan PP pajak barang mewah  pada akhir Oktober 2013 lalu. Kelak, dalam peraturan tersebut akan diberikan daftar produk yang masuk dalam kategori barang mewah yang akan dikenakan pajak. Salah satunya soal ponsel pintar yang sempat mengalami perdebatan pengenaan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×