Reporter: kompas.com | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Polri menyiapkan sejumlah rekayasa arus lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 guna mengantisipasi lonjakan kendaraan pada arus mudik dan balik Lebaran.
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, skema rekayasa lalu lintas akan diterapkan di sejumlah ruas tol dan titik-titik rawan kepadatan.
“Guna menjamin pelaksanaan operasi tersebut berjalan dengan lancar, maka nanti ada beberapa kegiatan-kegiatan manajemen rekayasa arus lalin di jalur tol antara lain nanti berupa ganjil genap akan juga dilaksanakan, kemudian one way, contraflow, delaying system, juga ada buffer zone di pelabuhan," kata Dedi ditemui di Gedung PTIK, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Selain rekayasa lalu lintas, Polri juga menyiagakan tim quick response untuk menangani situasi kontigensi yang berpotensi mengganggu kelancaran arus mudik.
Baca Juga: Inflasi Diramal Bertahan Tinggi Direntang 4%-5,5% Hingga Juli 2026
Lebih lanjut, Dedi menyampaikan bahwa Polri akan menggelar Operasi Ketupat 2026 selama 13 hari, mulai 13 Maret hingga 25 Maret 2026, dengan melibatkan 161.243 personel gabungan.
Ia turut memaparkan hasil survei Kementerian Perhubungan, di mana potensi pergerakan masyarakat pada libur Lebaran 2026 diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
"Angka tersebut menurun bila dibandingkan tahun 2025 sebesar 2,57 juta orang atau 1,75 persen. Ya, dibandingkan tahun 2025 yang lalu, dari hasil survei Kementerian Perhubungan, sebanyak 146,4 juta orang," jelasnya.
Meski ada penurunan secara survei, Polri tetap mengantisipasi kemungkinan peningkatan jumlah kendaraan di lapangan, terlebih periode mudik tahun ini beririsan dengan libur Hari Raya Nyepi.
Adapun prediksi puncak arus mudik akan terbagi dalam dua gelombang, yakni 14-15 Maret 2026 dan 18-19 Maret 2026.
Sementara puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 25-26 Maret 2026 dan 28-29 Maret 2026.
Selain pengaturan lalu lintas, Polri menyiagakan 2.746 posko yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu untuk mengamankan 185.608 obyek, termasuk tempat ibadah, pusat perbelanjaan, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, dan obyek wisata.
"Polri juga memberikan pelayanan penitipan kendaraan bermotor di kantor kepolisian setempat bagi masyarakat yang nantinya akan melaksanakan kegiatan mudik," katanya.
"Selain itu Polri mengoptimalkan layanan 110 sebagai hotline untuk layanan pengaduan, laporan tanggap darurat, dan kebutuhan-kebutuhan masyarakat bila membutuhkan kepolisian," tambah dia.
Baca Juga: Konflik AS Israel-Iran Memanas, Mendag Dorong Penguatan Pasar Domestik
Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2026/03/02/15471981/polri-siapkan-rekayasa-lalin-saat-mudik-lebaran-2026-ganjil-genap-hingga-one.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













