Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik Amerika SerikatN (AS)-Israel melawan Iran diprediksi akan berdampak kepada sektor perdagangan global termasuk Indonesia.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso tidak menepis anggapan bahwa perang di Timur Tengah akan secara langsung menghambat kinerja perdagangan, terlebih jika harga minyak dan bahan baku dunia mengalami kenaikan.
Namun begitu, Budi menyebut bahwa pertumbuhan ekonomi dalam negeri saat ini masih ditopang oleh konsumsi rumah tangga. Sehingga, pemerintah berupaya untuk menjaga daya beli masyarakat tetap stabil.
Baca Juga: Pemimpin Iran Ali Khamenei Dilaporkan Tewas dalam Serangan AS-Israel, Iran Bantah
"Kalau di sektor perdagangan, ya bagaimana kita tetap meningkatkan daya beli kita, ya di masyarakat dengan produk-produk kita," ujar Budi dijumpai di Kantor Kementerian Perdagangan, Senin (2/3/2026).
Menurut Budi, upaya pemerintah dalam mengeluarkan kebijakan stimulus ekonomi menjadi salah satu langkah antisipasi menjaga daya beli masyarakat.
Pemerintah juga akan meningkatkan kerja sama dengan swasta untuk memberikan diskon-diskon menarik memanfaatkan momentum ramadan dan lebaran 2026.
"Ini juga untuk meningkatkan daya beli kita di pasar domestik," jelas Budi.
Baca Juga: Prabowo Siap ke Teheran Fasilitasi Dialog Usai Memanasnya Konflik Israel-Iran
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto kebijakan-kebijakan lanjutan dlm momentum hari raya Idulfitri.
"Langkah ini diharapkan menjadi bantalan ekonomi yang kuat untuk menggerakkan roda konsumsi domestik di tengah ketidakpastian global," jelas Haryo.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













